JOGJA - Seluruh moda transportasi bus di Terminal Giwangan, Yogyakarta dipastikan telah dilakukan ramp check untuk menjamin keselamatan selama angkutan Lebaran.
Ramp check dilakukan dengan digitalisasi menggunakan sistem terminal online system (TOS).
Kasi Sarpras Jalan Sungai, Danau dan Penyeberangan BPTD Kelas II DIY Anang Dwi Suryanto mengatakan, ramp check atau pemeriksaan menyeluruh meliputi fisik dan administrasi kendaraan bus mengikuti standar operasional prosedur (SOP).
Di terminal tersebut telah diberlakukan pengecekan melalui sistem digital.
"Kita kan eranya juga sudah digitalisasi. Jadi kita ramp check itu kita pakai TOS, begitu bus masuk, itu nanti sudah kelihatan datanya," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).
Teknologi TOS dirancang agar mengurangi antrean panjang yang kerap muncul ketika pemeriksaan manual di pintu masuk terminal.
Sistem TOS mengintegrasikan dua aplikasi utama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yakni SPIONAM untuk mengecek izin trayek dan bukti.Lulus Uji Elektronik (BLU-e) untuk memverifikasi status uji berkala (KIR) kendaraan secara real-time.
"Nah, nanti dari PO mana, dia trayeknya hidup atau tidak, trayek mana ke mana, kemudian dari blue-nya untuk KIR-nya dia masih berlaku atau tidak. Itu nanti kelihatan," bebernya.
Sistem tersebut membantu petugas untuk melakukan deteksi awal pada moda bus.
Selanjutnya, apabila ditemukan peringatan ketidaklayakan jalan akan ditindaklanjuti secara manual.
"Nanti kalau memang itu sudah ada peringatan bahwa KIR-nya sudah kedaluwarsa atau apa,baru kita secara konvensional, seperti itu," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa semua bus yang berangkat melalui Terminal Giwangan telah dilakukan pengecekan.
Pengecekan dilakukan secara menyeluruh baik legalitas administrasi maupun fisik kendaraan.
"Kemudian juga untuk drivernya juga kami usahakan telah memenuhi standar," jelasnya.
Total armada bus di Terminal Giwangan berdasarkan LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sekitar 360-400 bus.
Kemudian masih ada juga dari Perusahaan Otobus (PO).
"Armada reguler total itu sekitar 1.400," imbuhnya.
Upaya pengamanan selama masa mudik Lebaran dilakukan dengan kerja sama antarinstansi terkait seperti TNI, POLRI hingga Basarnas.
Dari segi pelayanan, terminal tersebut juga menyediakan sarana pendukung untuk penumpang meliputi cek kesehatan.
"Untuk ibu-ibu kami juga menyediakan ruang laktasi, kemudian untuk anak-anak juga kami ada playground untuk ruang bermain dan sebagainya," bebernya. (oso)