Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DIY Masuk Aged Population Satu dari Lima Warga Adalah Lansia, Kemendukbangga/BKKBN Dorong Program Lansia Berdaya

Heru Pratomo • Kamis, 12 Maret 2026 | 17:18 WIB

Photo
Photo

 

JOGJA - Provinsi DIY sedang mengalami kondisi kependudukan yang unik. Yaitu saat sedang menghadapi bonus demografi tapi di saat bersamaan ada tantangan meningkatnya proporsi lanjut usia yang saat ini telah mencapai sekitar 19 persen dari total jumlah penduduk. Sehingga menempatkan DIY dalam kategori aged population.

Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) DIY, Kamis (12/3).

"Artinya saat ini satu di antara lima penduduk di DIY adalah lansia," kata Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY Mohamad Iqbal Apriansyah dalam sambutannya.

Untuk menyikapinya Kemendukbangga/BKKBN DIY pun sudah berkolaborasi dan bersinergi dengan lintas sektor untuk mendampingi dan menemani lansia dengan program SIDAYA atau Lansia Berdaya. Juga ada sekolah lansia untuk usia 60 tahun ke atas.

"Harapannya akan mendapati perubahan pada lansia baik dalam bidang kesehatan, mental dan psikologi sebagai upaya pemberdayaan lansia agar tetap smart atau sehat, mandiri, produktif dan bermartabat," ungkapnya.

Tantangan kependudukan lainnya, lanjut dia, berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025, terdapat lebih dari 146 ribu keluarga yang memiliki balita dan baduta, yang membutuhkan perhatian serius dalam hal pemenuhan gizi, kesehatan, serta kualitas pengasuhan anak.


Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan pembangunan yang lebih terintegrasi dan berbasis keluarga. "Termasuk penguatan 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas pengasuhan anak," ungkapnya.


Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN telah meluncurkan berbagai Program Prioritas, di antaranya, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta Pemanfaatan Aplikasi Konsultasi dan Pendampingan Keluarga Berbasis Kecerdasan Artificial dengan Super Apps Keluarga Indonesia (SaKIna).

Selain itu, juga mendorong implementasi Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD (MBG 3B) sebagai intervensi strategis dalam meningkatkan kualitas gizi keluarga.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov DIY Aria Nugrahadi yang membacakan sambutan wakil gubernur DIY, menyebut pembangunan keluarga menjadi fondasi utama pembangunan SDM.


Wagub juga menyebut kondisi kependudukan yang unik di DIY. Saat sedang mengalami fase bonus demografi tapi di sisi lain ada peningkatan jumlah lansia. Wagub pun mengajak semua elemen untuk bergerak bersama.

"Dengan memperkuat pembangunan keluarga sebagai basis pembangunan bangsa" jelasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY saat ini adalah Danang Setiadi ditemui usai acara mengatakan, data terakhir proporsi penduduk lansia di DIY mencapai 19 persen.

Tantangan yang harus dijawab pun di antaranya kini fokus pada upaya penanganan penyakit degeneratif. "Sehingga nantinya menua dalam kondisi yang sehat dan tetap produktif," paparnya.

Editor : Heru Pratomo
#lansia #aged population #Bonus demografi #DIY #kemendukbangga #BKKBN