JOGJA- Jajaran Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan masyarakat tidak mengalami kendala di jalur mudik Lebaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan pemetaan rute melalui aplikasi Waze maupun Google Maps.
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono mengatakan melalui dua aplikasi tersebut, pihaknya mengupayakan untuk membatasi jalur-jalur kecil (alternatif) mudik yang informasinya masih kurang akurat. Selain itu, personel Polri juga disiagakan untuk memastikan keamanan pada jalur-jalur kecil.
"Kami bekerja sama dengan Waze, Google untuk memastikan jalur-jalur yang tidak boleh dilalui,"ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (10/3).
Komunikasi dengan berbagai pihak telah dilakukan. Di antaranya di tingkat pusat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta stakeholder terkait lainnya.
"Kami berupaya mencegah algoritma navigasi digital itu mengalihkan kendaraan warga ke jalur-jalur kecil yangditandai rawan dan minim pengawasan petugas," jelasnya.
Menurutnya, situasi di lapangan bisa berubah setiap saat. Misalnya, ketika ada jalur yang macet atau menimbulkan kerawanan, biasanya sistem dari Google Maps otomatis akan muncul pemberitahuan dan bisa saja dialihkan ke jalur kecil.
"Itu yang perlu diantisipasi, (pemudik) agar tetap dalam lajur dan jalur yang memang ada petugasnya," bebernya.
Masyarakat diminta untuk menggunakan jalur alternatif yang sudah direkomendasikan. Tandanya bisa dengan rambu resmi yang telah terpasang maupun adanya petugas yang berjaga di lapangan.
"Ini himbauan tentang disiplin menggunakan jalur yang telah ditentukan dan memperhatikan informasi lalu lintas," ucapnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin