JOGJA- Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode Ramadan hingga Lebaran dipastikan aman. Hal itu disampaikan oleh Area Manager Communication, Relation, dan Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah Pertamina Patra Niaga Taufik Kurniawan.
"Kami jamin pasokan energi selama Ramadan sampai Lebaran itu aman," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).
Adanya eskalasi perang Iran-Israel-Amerika Serikat di daratan Timur Tengah belum berdampak signifikan pada kondisi stok BBM di Indonesia. Selain itu, pihaknya telah menyiapkan stok BBM jauh-jauh hari sebelum perang itu terjadi.
"Khususnya untuk persiapan menyambut Ramadan dan Idulfitri," bebernya.
Ia juga memberikan penjelasan terkait pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat baik di pemberitaan maupun media sosial. Menurutnya, tafsiran dari pernyataan Menteri ESDM soal cadangan BBM Nasional cukup untuk 20 hari itu adalah stok hari ini bisa tahan untuk 20 kali lipat konsumsi normal.
"Misal konsumsi BBM di Jogja 10 dan stoknya 200. Berarti pada hari ini jika konsumsi BBM melonjak 20 kali lipat pun bisa ditanggulangi karena stoknya ada 20 kali lipat," jelasnya.
Stok 20 kali lipat itu bahkan terus dijaga sepanjang BBM keluar dan masuk setiap harinya. Menurutnya, pembacaan atau penafsiran dari Menteri ESDM seperti itu.
"Jadi barang atau stok BBM itu kan keluar-masuk. Jadi kita jaga di angka 20 kali lipat lagi seterusnya sampai bulan Desember," ucapnya.
Kesiapan menyeluruh terkait distribusi pasokan energi selama Ramadan hingga Idulfitri rencananya akan disampaikan secara detail melalui konferensi pers resmi. Supaya memberikan ketenangan bagi pemudik dan masyarakat yang akan merayakan hari raya di wilayah Jawa Tengah maupun DIJ. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin