Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemetaan Jalur Mudik Mulai Dilakukan di DIY, Antisipasi Tanah Longsor dan Pohon Tumbang

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 5 Maret 2026 | 13:31 WIB

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustinus Ruruh Haryata.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustinus Ruruh Haryata.

JOGJA- Ditlantas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan pemetaan jalur mudik.

Dua aspek kerawanannya meliputi daerah rawan longsor dan pohon tumbang.

Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at mengatakan pemetaan tersebut dilakukan sebagai persiapan menyambut masa angkutan Lebaran yang umumnya dimanfaatkan secara maksimal oleh pemudik.

Terlebih, wilayah DIY diperkirakan masih masuk musim penghujan.

"Terkait kondisi cuaca ekstrem di DIY sudah ada pemetaan jalur-jalur mudik yang rawan longsor maupun pohon tumbang," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Data yang ia sampaikan, daerah Kulon Progo termasuk dalam daerah rawan longsor.

Beberapa jalur yang telah dipetakan yakni Jalan Dekso-Samigaluh, Jalan Pengasih-Sermo, Jalan Wates-Kokap, dan Jalan Temon-Kokap.

"Itu masuk ke dalam wilayah Polres Kulon Progo," bebernya.

Kemudian kawasan rawan longsor lainnya adalah di wilayah hukum Polres Gunungkidul.

Tiga jalan yang masuk dalam kategori rawan longsor yakni Jalan Wedi-Wonosari (Gedangsari), Jalan Semanu-Pracimantoro dan Jalan Wonosari-Jogjakarta (Kepil, Putat).

"Daerah rawan pohon tumbang di wilayah Polres Bantul yakni di Jalan Ringroad Selatan (Singosaren, Banguntapan) dan Jalan Imogiri Barat (Sp4 Wojo)," jelasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan puncak musim hujan terjadi pada Januari dan Februari 2026.

Namun, potensi adanya cuaca ekstrem dikabarkan sampai bulan Maret hingga April. Otomatis, masa angkutan Lebaran jatuh dalam bayang-bayang cuaca ekstrem.

"Kita berusaha untuk meng-overlay antara kawasan rawan longsor dengan jalur mudik. Nah, cuma untuk jalur mudiknya belum ketemu, ini sedang kami tunggu supaya bisa dipetakan mana-mana yang nanti potensi longsor dan banjirnya ini di titik-titik mana," ujarnya.

Beberapa instansi lintas sektor juga telah diajak berkomunikasi untuk melakukan koordinasi persiapan lebaran.

Mulai dari Polda DIY, Lanud Adisutjipto, BMKG, BPTKG, hingga dinas teknis seperti Pekerjaan Umum (PU), Perhubungan, Lingkungan Hidup, dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO).

"Fokus koordinasi kami adalah sinkronisasi data jalur mudik dengan peta kerawanan bencana," bebernya.

Selain banjir dan tanah longsor, ancaman pohon tumbang juga mengintai saat terjadi cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang.

Khususnya pohon-pohon besar yang berada di pinggir jalan yang membahayakan pengguna jalan.

"Yang berpotensi roboh ini kami sudah komunikasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PU, maupun pihak jalan negara untuk melakukan pemangkasan pada waktu itu supaya kita antisipasi bersama supaya nanti Lebaran di arus mudik dan balik itu aman," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#antisipasi #Cuaca Ekstrem #pemetaan #POLDA DIY #Longsor #jalur mudik