JOGJA - Siswi SLB Negeri Pembina Yogyakarta yang menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya mengalami trauma. Korban berinisial A itu diketahui sampai saat ini masih enggan kembali masuk sekolah.
Kuasa hukum korban Hilmi Miftahuzen mengatakan, kliennya memang mengalami tekanan psikologis pasca mendapatkan perlakuan cabul dari oknum guru berisinial IN. Bahkan sampai saat ini juga belum kembali menjalani kegiatan belajar.
“Korban belum berangkat sekolah, ada ketakutan ditanya teman-temannya,” ujar Hilmi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, A juga masih mendapat penanganan psikologis dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Jogja. Yakni pengecekan kembali kondisi psikologis guna kepentingan penyidikan.
Hilmi menyatakan, pihak keluarga korban juga telah menyerahkan sejumlah alat bukti kepada kepolisian. Meliputi seragam yang digunakan korban, handphone, serta beberapa dokumen.
“Betul sudah kami serahkan, yang saya ingat hal tersebut terkait penyitaan,” beber Hilmi.
Kanit PPA Sat Reskrim Polresta Jogja Iptu Apri Sawitri menyampaikan bahwa sudah ada lima saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut. Terdiri dari saksi dari pihak sekolah dan keluarga korban.
Apri menyatakan, kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan antara murid dan guru itu sampai saat ini masih masih masuk tahap penyidikan. Rencananya akan ada pemeriksaan saksi-saksi lain.
“Untuk saksi-saksi lain masih proses pencarian,” terangnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian mengaku sudah menjadwalkan pemanggilan terhadap terlapor pada Kamis (5/3/2026) besok. Kepolisian juga telah menyita barang bukti dari pihak korban.
Riski menuturkan, pihaknya juga sudah melakukan visum terhadap korban untuk menyelidiki kemungkinan perbuatan selain pencabulan. Serta kini tengah menunggu hasil pemeriksaan psikologis dari UPT PPA Kota Jogja.
Baca Juga: Keterbatasan Fiskal Daerah, 82 Persen Kepatuhan Pajak Kendaraan di Kota Magelang Masih Kurang
“Saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti. Minggu ini sepertinya keluar (hasil pemeriksaan),” terang perwira polisi dengan satu bunga melati di pundak itu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin