Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro Ingatkan Mahasiswa Harus Menjadi Garda Terdepan Penyuara Kepentingan Rakyat

Iwan Nurwanto • Rabu, 25 Februari 2026 | 07:00 WIB

 

KAWAL SUARA RAKYAT: Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro saat dikukuhkan sebagai ketua DPD Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKAHUM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
KAWAL SUARA RAKYAT: Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro saat dikukuhkan sebagai ketua DPD Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKAHUM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).

JOGJA - Di tengah dinamika politik yang terus bergejolak, posisi mahasiswa sebagai elemen masyarakat sipil kembali menjadi sorotan utama. Oleh karena itu, mahasiswa wajib memiliki kekuatan independen dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan. Sebab mereka merupakan representasi suara rakyat dan menjadi penyuara ke kursi kekuasaan.

“Kepentingan rakyat, apa pun itu mahasiswa adalah bagian yang menjadi corong. Atau kalau orang Jawa bilang itu, cucuking jurit masyarakat,” kata Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro kepada Radar Jogja Selasa (24/2).

Laki-laki yang juga menjabat ketua DPD Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKAHUM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ini pun berpesan, agar para mahasiswa tetap berada di garis terdepan untuk membela kepentingan publik. Kendati begitu, dia memberikan catatan penting agar mahasiswa tidak ditunggangi kepentingan elit. Termasuk melakukan tindakan anarkis. Sebab baginya, anarkisme hanya akan mengaburkan substansi perjuangan dan memberikan alasan bagi pihak luar untuk mendelegitimasi gerakan mahasiswa.

Wisnu menegaskan, mahasiswa yang ditunggangi kepentingan tertentu hanya akan menodai martabat sebagai penyambung lidah rakyat. Sebab semangat seorang mahasiswa adalah memperjuangkan kepentingan rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Mahasiswa Indonesia juga memiliki sejarah panjang sebagai motor perubahan nasional. Mulai dari peristiwa 1908, 1928, 1945, 1966, hingga Reformasi 1998. Sementara di era modern ini, tantangan yang dihadapi mungkin akan berbeda. Karena ada isu lingkungan, ketimpangan ekonomi, hingga pelemahan institusi demokrasi. Namun dia berharap, semangat mahasiswa harus tetap sama.

Politisi PDI Perjuangan ini juga memastikan, DPRD Kota Jogja juga akan mendukung penuh segala bentuk perjuangan mahasiswa yang muaranya untuk kepentingan rakyat. Termasuk dukungan hukum dan advokasi jika mahasiswa menghadapi permasalahan hukum saat menyuarakan aspirasi.

“Sepanjang itu untuk kepentingan masyarakat, kami akan ambil bagian dalam peristiwa itu," tandasnya. (*/inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Mahasiswa #dprd kota jogja #suara rakyat #Wisnu Sabdono Putro #Ketua DPRD Kota Jogja Wisnu Sabdono Putro #Universitas Atma Jaya Yogyakarta