JOGJA - DPC Partai Gerindra Kota Jogja menilai pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kota Jogja belum berjalan optimal karena keterbatasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah kemantren.
Akibatnya, sebagian SPPG harus melayani penerima manfaat di luar wilayah tugasnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mengatakan, hal tersebut dapat terjadi karena MBG belum didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot Jogja).
Padahal program arahan presiden Prabowo Subianto itu memiliki banyak dampak positif bagi masyarakat.
“MBG bisa dijadikan peluang bagaimana pemerintah daerah bisa memberdayakan masyarakat di setiap wilayah dengan basis kemantren,” ujar Sinarbiyat di sela peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra, Sabtu (7/2/2026).
Wakil Ketua I DPRD itu berharap, kepentingan politik tidak menjadi salah satu faktor penyebab MBG di Kota Jogja tidak berjalan optimal.
Dia tidak ingin hanya karena masalah perbedaan partai pengusung presiden dengan pengusung kepala menjadi alasan pemkot tidak mendukung program pemerintah pusat.
Menurut Sinar, program apapun yang bermuara pada kebermanfaatan masyarakat sudah sepatutnya didukung pemkot melalui APBD.
Hal itu berlaku juga pada program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
“Tidak perlu bicara apa afiliasi politiknya. Karena (MBG) benar - benar untuk rakyat lansia, anak-anak stunting, anak jalanan, hingga ibu hamil,” beber Sinar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menegaskan, jajarannya mendukung penuh program pemerintah pusat.
Dia mengklaim seluruh SPPG sudah tersedia di seluruh kemantren dan kelurahan. Hanya memang ada sebagian yang masih dalam proses pembangunan.
Baca Juga: Pasar Saren Sleman Terus Lestarikan Budaya Nyadran dengan Usung Jodang untuk Bawa Makanan
Wawan menarget, pembangunan SPPG di seluruh wilayah di Kota Jogja dapat selesai akhir bulan ini.
Namun berbeda dengan KKMP, dia mengaku masih ada kesulitan mencari lokasi untuk bangunan kantor di sebagian wilayah. Lantaran kurangnya ketersediaan lahan.
“Jadi bukan tidak ada (SPPG) tapi sudah ada, cuma sebagian belum selesai, sedang dalam proses pembangunan,” bebernya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita