JOGJA - Peristiwa gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 01.06 dini hari juga menimbulkan dampak di Kota Jogja.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada satu titik atap bangunan rusak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, dampak berupa atap rusak berada di bangunan Balai Kampung Tahunan RT. 13/RW.03, Kemantren Umbulharjo.
Atap rontok akibat rangka usuk yang rapuh, lalu kemudian patah akibat terguncang getaran gempa.
Dia menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meskipun demikian bangunan Balai RW tidak bisa digunakan sementara.
Lantaran atap yang rontok membuat lubang pada eternit sekitar tiga kali dua meter.
“Upaya assessment kami berikan terpal satu lembar,” ujar Nur saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (6/2/2026).
Nur menjelaskan, peristiwa gempa bumi tektonik disebabkan adanya aktivitas tektonik yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur.
Gempa tercatat memiliki kekuatan magnitudo 6,2 skala richter namun tidak berpotensi tsunami.
Menurutnya, sebagian besar wilayah di Kota Jogja memang merasakan dampak gempa.
Namun tidak mengalami kerusakan parah. Dia meminta agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik.
“Untuk dampak gempa bumi hanya di Kampung Tahunan dan sudah terkondisi,” jelas Nur. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin