JOGJA - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk terus menelurkan pengusaha muda ternyata tidak berjalan mulus. Sejumlah kendala masih ditemui. Salah satunya faktor mental wirausahawan muda yang labil.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto Raharjo mengatakan, sejak tahun 2011 hingga tahun 2025 pihaknya sudah membina sebanyak 400 pengusaha muda. Mulai dari rentang usia 18 sampai dengan 28 tahun.
Namun dari jumlah tersebut hanya sekitar 10 persen 40 pengusaha muda yang stabil. Kemudian 390 sisanya beralih profesi lain atau bekerja di luar daerah ketika usahanya sedang berkembang.
Totok sapaan akrabnya mengakui, pengusaha muda memang cenderung masih sangat labil untuk menentukan pilihannya. Sehingga meski sudah memulai berwirausaha. Banyak di antaranya yang memilih meninggalkan karena ingin bekerja di sektor formal maupun non formal.
“Mereka ini sangat labil. Jadi tugas kami melakukan pendampingan-pendampingan,” ujar Totok saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (3/2/2026).
Mantan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Jogja itu mengungkapkan, labilnya para pengusaha muda disebabkan banyak faktor. Namun biasanya karena dorongan orang tua.
Misal, banyak orang tua yang menganggap anaknya belum sukses jika belum menjadi pekerja kantoran. Sehingga anak-anak muda pun memilih untuk tidak menjadi wirausahawan. Padahal sebenarnya ide usaha mereka luar biasa.
Disamping itu, wirausahawan muda banyak yang hanya sekedar coba-coba. Alhasil, mereka tidak terlalu serius untuk menjalin relasi dengan pemodal atau konsumen. Kemudian berdampak pada usaha yang stagnan.
“Oleh karena itu ada program saka wirausaha, kami mengedukasi dan mensosialisasikan kewirausahaan di lingkungan sekolah agar bisa ditanamkan sejak dini,” tutur Totok.
Salah satu pengusaha muda, Bayu Prastowo menyebut konsistensi menjadi hal penting agar usaha dapat berjalan. Selain itu, mental untuk berani bangun kembali setelah terpuruk juga perlu dimiliki.
Pria 32 tahun yang sudah memulai usaha audio visual dan animasi tiga dimensi sejak usia 23 tahun ini juga menegaskan bahwa dukungan orang tua merupakan faktor penting. Sebab tanpa dukungan orang tua maka mental untuk mengembangkan usaha tidak akan terbentuk.
“Intinya harus berani jatuh bangun, dan siap menjaring banyak relasi,” ungkap Bayu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin