Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dedi Aryanto, Penjual Jasa Pengisian Korek Gas dan Kaleng Portable di Jogja; Buka sejak 1997, Idep-Idep Neruske Usahane Bapak

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 25 Januari 2026 | 20:42 WIB

 

MAKIN SEDIKIT: Dedi Aryanto, penjual jasa gas portable di Jalan Kusumanegara, Semaki, Umbulharjo, Jogja.
MAKIN SEDIKIT: Dedi Aryanto, penjual jasa gas portable di Jalan Kusumanegara, Semaki, Umbulharjo, Jogja.

JOGJA - Di tengah himpitan harga tabung gas yang semakin melambung tinggi, ia tetap konsisten berjualan jasa pengisian gas portable belasan tahun di Kota Jogja. Baginya, itu merupakan upaya melestarikan usaha turun-temurun puluhan tahun yang dirintis oleh ayahnya.

 

Dedi Ariyanto namanya. Sehari-hari berjualan jasa pengisian gas di Jalan Kusumanegara, Semaki, Umbulharjo, Jogja. Tepatnya berada di seberang gedung SMTI Jogja. Usianya masih cukup muda, sekitar 38 tahun dengan perawakan tinggi kurus.


Saat ditemui, Dedi sedang tidur di dalam gerobak sederhana berukuran tidak lebih dari dua meter persegi. Gerobak itulah yang biasanya ia gunakan untuk membawa beberapa tabung gas besar sebagai stok jualan.


Kadang juga digunakan untuk tempat berteduh dari panasnya terik matahari maupun derasnya hujan. "Ini saya buka jasa pengisian korek gas dan kaleng portable," ujarnya sembari duduk di bagian pinggir gerobak.


Usaha itu awalnya dirintis oleh ayahnya pada tahun 1997. Karena ayahnya beranjak tua, ia kemudian meneruskan usaha tersebut. Dulu sebelum menempati lokasi itu, ayahnya sempat berkeliling ke kampung-kampung. Namun itu tak berlangsung lama, mereka kemudian menempati lokasi terebut hingga sekarang. "Jadi dari tahun 1997 itu di sini terus," ucapnya.


Kurang lebih satu jam mengobrol, tidak ada pelanggan yang datang. Menurutnya, memang begitu setiap harinya. Seiring berjalananya waktu pelanggan juga ikut menurun drastis. "Pengisian korek hampir sudah tidak ada. Pelanggan gas portable pun menyusut lebih dari setengah jumlahnya," paparnya.


Hilangnya konsumen korek dikarenakan saat ini harga korek semakin murah. Konsumen lebih memilih beli yang baru dibandingkan isi ulang. Maka dari itu, ia lebih berfokus pada pengisian gas protable. "Pakai gas kaleng buat masak, buat camping, buat torch (alat bakar) itu kan malah banyak sekarang," tambahnya.


Harga dalam satu kali isi ulang gas portable sekitar Rp 9.000. Dalam satu hari, rata-rata ia mengisi sekitar 20 hingga 30 gas portable. Jumlah itu berbeda jauh dibandingkan sebelum Pandemi Covid-19. "Sebelum Covid-19 itu bisa 80 gas portable lebih," tandasnya.


Belakangan ini ia juga mengaku terkendala dengan naiknya harga gas 12 kilogram. Padahal gas itu merupakan modal utama untuk jasa yang ia jual. Untuk bertahan, ia memutar otak dan menggunakan gas 3 kg atau gas melon yang harganya relatif murah. "Dulu 12 kg itu cuma Rp150 ribuan sekarang Rp 200 ribu lebih," keluhnya.

Baca Juga: Insiden Tragis di SDN 01 Kalibaru Cilincing: Sopir Mobil MBG Mengakui Salah Injak Pedal Gas, Jadi Penyebab Tabrak Siswa dan Guru


Ia buka dari pukul 10.00 hingga 19.00. Di tengah kondisi ini, ia berkomitmen tetap akan menjalankan usaha itu. Walaupun pelanggan semakin surut dan kentungan semakin sedikit. "Idep-idep neruske usahane bapak mas (Diniatkan untuk melestarikan usaha bapak)," jelasnya. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#tabung gas #korek gas #Gas portable