JOGJA - Momen libur panjang (16-18/1/2026) dalam rangka memperingati Isra Mi'raj tampaknya perlu diwaspadai oleh masyarakat dan wisatawan.
Sebab Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi adanya potensi cuaca buruk.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan dinamika atmosfer pihaknya mendeteksi adanya aktivitas bibit Siklon 91W.
Fenomena pusaran angin itu berada di Samudra Pasifik Utara Papua.
Selain itu, juga terpantau adanya aktivitas pusat tekanan rendah di perairan Selatan Nusa Tenggara.
Sehingga menyebabkan pertemuan arus angin di sepanjang wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur yang bertiup dari arah Barat.
Menurut Warjono, aktivitas siklon dan pertemuan arus angin berpotensi mengakibatkan cuaca berupa hujan yang disertai angin kencang dan kilat.
Sehingga bisa menimbulkan bencana berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang serta sambaran petir.
“Masyarakat agar tetap waspada, terutama yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” ujar Warjono saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, aktivitas hujan juga diperkirakan cukup intensif dalam beberapa hari kedepan.
Sebab pertumbuhan awan hujan lebih masif karena dipengaruhi suhu muka laut yang berkisar antara 28-29 derajat celcius.
Selain itu, profil vertikal kelembaban udara terkini wilayah DIY berada di ketinggian 1,5 hingga 3 kilometer dengan tingkat basah sebesar 65 - 95 persen.
Kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan hujan di wilayah DIY pada pagi, siang, sore, malam, dan dini hari.
“La Nina juga melemah, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif (penyebab hujan) di sebagian wilayah Indonesia,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Jogja Fitria Dyah Anggraeni memastikan pihaknya sudah bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Khususnya di Malioboro yang selama ini menjadi destinasi wisata favorit wisatawan.
Wanita yang akrab disapa Anggi itu mengaku telah menyiagakan petugas Jogoboro guna memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan.
Meskipun prediksi pengunjung tidak akan seramai dibandingkan momen libur natal dan tahun baru lalu.
“Dalam dua minggu terakhir setiap akhir pekan cuacanya kurang bersahabat, prediksi kami kenaikan (wisatawan) tidak setinggi saat libur akhir tahun,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin