Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Siapkan Tim Pengawas Food Bank, Cegah Hotel dan Catering Beri Makanan Basi

Iwan Nurwanto • Jumat, 11 April 2025 | 00:11 WIB
Ilustrasi makanan manis saat lebaran.
Ilustrasi makanan manis saat lebaran.

JOGJA - Konsep food bank atau lumbung pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai dimatangkan. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) yang menjadi penanggung jawab program itu diketahui sudah membentuk tim pengawas.

Kepala DPP Kota Jogja Sukidi mengatakan, pihaknya memang akan memiliki tim pengawas guna memastikan kualitas pangan yang terdistribusi dalam kondisi baik. Dalam arti, makanan yang diterima oleh penerima program masih dalam keadaan layak makan atau tidak basi.

Sukidi menyatakan, bahwa konsep food bank merupakan upaya penyelamatan makanan berlebih (rescue food) dari berbagai sumber secara berkelanjutan. Tujuannya, untuk meningkatkan akses pangan dalam sistem ketahanan pangan bagi lansia, balita, dan masyarakat terlantar. 

“Rescue food adalah makanan berlebih, bukan sisa makanan. Ekosistemnya meliputi hotel, restoran, catering, toko roti, dan sumber lain yang tidak mengikat,” ujar Sukidi saat dikonfirmasi, Kamis (10/4/2025).

Mantan Sekretaris DPP Kota Jogja itu mengungkap, untuk tahap awal sasaran prioritas food rescue adalah kalangan lansia. Adapun sampai saat ini ada sekitar 1.082 lansia yang terdata menjadi penerima. Program tersebut juga telah diberi nama Food Bank Lumbung Semar.

Menurut Sukidi, ada berbagai cara distribusi makanan berlebih yang bisa dilakukan. Misalnya secara door to door dan diberikan melalui panti jompo. Kemudian bentuknya pun bisa makanan siap saji atau dapat berupa bahan makanan yang bisa diolah mandiri.

Dia menyampaikan, bahwa program food rescue juga merupakan salah satu quick wins di masa kepemimpinan Hasto Wardoyo. Sekaligus mengurangi timbulan sampah, karena sampah makanan menyumbang 40 persen dari total produksi sampah di Kota Jogja.

“Kami rencananya launching program ini pada tanggal 10 atau 12 Mei 2025,” terang Sukidi.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, program food bank dilakukan untuk membentuk ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian. Karenanya, pemkot pun menggandeng perusahaan-perusahaan agar ikut berkontribusi.

Hasto mengakui, Kota Jogja memiliki lahan pertanian terbatas karena hanya sebesar 32,67 hektar. Hasil panen dari lahan pertanian tersebut tentu tidak akan mampu mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakat Kota Jogja.

“Karena wilayah yang lahannya terbatas harus bisa memunculkan berbagai inovasi agar pertanian bisa terus berkembang," katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #makanan basi #lumbung pangan #Food Bank