JOGJA - Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY menyatakan siap menyambut libur mudik Lebaran tahun ini.
Berbagai macam persiapan, khususnya menjaga kebersihan objek wisata, telah dilakukan bersama dinpar kabupaten/kota.
"Pengelola desa wisata, pengelola destinasi wisata dan industri pariwisata serta pelaku pariwisata lainnya harus benar-benar memperhatikan cleanliness, health, safety, and environmental (CHSE)," ujar Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi Kamis (20/3/2025).
Para pelaku pariwisata diminta melakukan kurasi di setiap destinasi wisata yang mereka garap.
Selain itu untuk mendukung kenyamanan wisatawan saat berada di objek wisata, kelengkapan fasilitas dan amenitas wajib tersedia.
"Kebersihan toilet, papan penunjuk di area destinasi, tempat sampah, ketersediaan air dan sebagainya," tuturnya.
Rambu-rambu petunjuk arah dan lokasi juga disarankan untuk dilengkapi agar memudahkan wisatawan.
Para pengelola wisata juga wajib memperhatikan daya tampung tempat wisata dan memyiapkan sumber daya dan personil yang memadai.
"Rekayasa manajemen layanan seperti di pintu TPR akan dilakukan, untuk menghindari penumpukan wisatawan di pintu masuk," terangnya.
Pengelola diminta membuat laporan dan evaluasi perkembangan situasi destinasi pariwisata secara berkala mulai periode libur Idul Fitri.
Dinpar DIY menyiapkan hotline crisis center sebagai kanal informasi dan aduan mulai tanggal 24 Maret sampah 7 April.
"Karena libur Lebaran cukup panjang, diharapkan lenght of stay juga juga akan lama," jelasnya.
Dinpar juga telah mulai menginformasikan even mulai 15 Maret sampai 13 April melalui sosial media. Harapannya sebagai promosi dan berpengaruh pada lama tinggal wisatawan setelah Lebaran.
"Objek wisata favorit kemungkinan masih pantai dan wisata alam, tentunya juga area Malioboro," bebernya.
Kepala Dinpar Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan wali kota dan wakil wali kota terkait kepariwisataan di Kota Jogja khsususnya menjelang lebaran.
Pariwisata di Jogja dinilai menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi. "Kami siapkan berbagai macam agenda dengan pelayanan prima kepada wisatawan," ujarnya.
Ia juga memastikan setiap objek wisata yang ada di Kota Jogja telah dipersiapkan mulai dari kebersihan hingga keamanannya.
Pelaku usaha pendukung pariwisata diharapkan bisa memberikan presepsi positif kepada wisatawn selama kunjungan di Kota Jogja. (oso/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita