ACEH - Penantian panjang tim arung jeram Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memboyong medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 akhirnya pecah pada, Selasa (17/9/2024). Bermain di Sungai Mamas, Aceh Tenggara, tim arung jeram DIJ berhasil memboyong satu medali emas.
Bermain di nomor kategori sprint R6 putri, tim arung jeram DIY berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 01:14,55. Perolehan tersebut membuat tim DIY menjadi yang tercepat dari enam provinsi lainnya.
Pada posisi kedua ada tim dari Jawa Tengan yang berhasil menorehkan catatan waktu 01:15,18. Sedangkan pada posisi ketiga diisi oleh tim dari Sumatera Utara dengan catatan waktu 01:15,85.
Dari hasil tersebut saat ini tim arung jeram berhasil mengoleksi satu medali emas dan satu medali perak yang didapat di nomor H2H R6 putri pada hari Minggu (16/9/2024) lalu.
Ketua harian Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY Mulhendra menyatakan hasil perolehan medali emas tersebut berhasil didapatkan tim arung jeram DIJ karena sejak awal tim sudah mengukur kekuatan dan lawan-lawannya. Sehingga para atlet bisa meraih hasil yang maksimal di laga kali ini.
Menurut Mulhendra, sebenarnya saat turun di nomor H2H R6 putri lalu itu tim arung jeram DIY sudah bermain sangat maksimal. Akan tetapi saat itu DIJ harus head to head dengan tim Jawa Barat yang memang sudah menjadi juara dunia. Sehingga waktu itu sangat susah untuk mengejar medali emas.
Baca Juga: KONI DIY Pastikan Bonus untuk Atlet dan Pelatih Peraih Medali di PON XXI Aceh-Sumut 2024
"Tapi saat ini alhamdulillah kami bisa maksimal dan di grup kami tidak ketemu Jawa Barat. Makanya anak-anak bermain habis-habisan untuk bisa mendapatkan medali sesuai yang telah kami targetkan," katanya usai pertandingan, Selasa (17/9/2024).
Baca Juga: Kunjungi Kontingen Yogyakarta , KGPAA Paku Alam X Beri Motivasi Atlet Yang Berlaga di PON XXI
PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini menjadi ajang perdana untuk cabang olahraga (cabor) arung jeram dipertandingkan secara resmi. Sebab, PON 2016 silam olahraga arung jeram ini baru diekshibisi."Di PON Papua lalu tidak dipertandingkan. Maka ini baru pertama kali dipertandingkan resmi pertama dan kondisi anak-anak baik-baik saja sampai pertandingan terakhir ini," jelas Mulhendra.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY Djoko Pekik Irianto mengaku sangat gembira karena mendapatkan tambahan medali emas dari tim arung jeram putri DIJ tim. Baginya hal tersebut menjadi bagian dari kebanggaan DIJ dan arung jeram. Sebab sebetulnya cabor arung jeram ini masuk di dalam nomor yang tidak diperhitungkan untuk bisa mendapatkan medali emas. "Tapi berkat kerja keras mereka tim ternyata luar biasa bisa menghasilkan medali emas," tegasnya.
Atas nama KONI DIY, Djoko Pekik berharap agar perolehan medali emas dari tim arung jeram DIY itu bisa memotivasi cabang-cabang olahraga yang lain yang masih akan bertanding untuk bisa menyusul mendapatkan medali emas."Selamat untuk arung jeram. Terimakasih atas perjuangannya Pengda FAJI DIJ dan seluruh jajaran tim serta seluruh atlet," ucapnya. (ayu/din).
Editor : Din Miftahudin