RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi penurunan kualitas udara pada musim pancaroba seperti sekarang. Pasalnya, parameter debu cenderung meningkat.
Ketua Tim Kerja Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Intan Dewani mengatakan, selama musim kemarau parameter debu memang cenderung meningkat. Kondisi seperti itu kemungkinan juga akan terjadi pada masa pancaroba.
Meskipun demikian, kata dia, pada periode Agustus-September lalu kondisi udara di Kota Jogja masih dalam kategori baik. Hanya saja, ada peningkatan kandungan nitrogen dioksida (NO2) karena aktivitas kendaraan bermotor atau masuk kategori sedang.
Baca Juga: Mengenal Kakatua Raja, Si Burung Hitam Besar yang Tersebar di Wilayah Papua Nugini
“Musim kemarau memang cenderung meningkat parameter PM2,5 (debu),” ujar Intan saat dikonfirmasi, Rabu (11/9).
Intan menyebut, memasuki musim penghujan ke depan masyarakat juga diimbau lebih tenang terhadap kondisi udara. Sebab dengan turunnya hujan akan menurunkan kandungan debu.
Adapun perbandingannya, setiap musim kemarau kandungan PM2,5 di Kota Jogja angkanya bisa lebih dari 60. Sementara ketika musim penghujan cenderung menurun atau biasanya kurang dari 50.“Memang pada musim penghujan kualitas udara cenderung membaik,” sebut Intan.
Editor : Heru Pratomo