SLEMAN - Dalam situasi bencana, pengelolaan air dan sanitasi darurat menjadi faktor krusial dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Bencana alam seperti, gempa bumi, dan banjir sering merusak infrastruktur dasar, termasuk sistem pasokan air dan fasilitas sanitasi.
Sebagai upaya antisipasi, terutama menghadapi risiko penyebaran penyakit dan memperlambat upaya pemulihan ditengah bencana, kampus dan pemerintah saling bersinergi.
Poltekkes Kemenkes Jogja bersama Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyelenggarakan pelatihan dan gladi water, sanitation, and hygiene promotion (WASH).
Ketua Program Studi (Kaprodi) Sarjana Terapan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jogja Naris Dyah Prasetyawati menekankan pentingnya respons cepat dalam memastikan akses ke air bersih dan sanitasi memadai.
"Pelatihan dan gladi WASH di ikuti 160 mahasiswa," kata
Naris Dyah Prasetyawati pada Selasa (27/8/2024).
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan soft-skill dan keterampilan bagi calon tenaga sanitasi lingkungan, khususnya bidang kesehatan lingkungan.
"Kegiatan ini dapat mencegah terjadinya wabah penyakit yang sering menyusul bencana," ujarnya.
Dikatakan, simulasi WASH saat bencana berlangsung di dua lokasi. Masing-masing kampus Poltekkes Kemenkes Jogja dan Embung Serut Banyuraden Gamping Sleman.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan, penyampaian materi diikuti dengan praktek langsung.
"Yakni, simulasi penyediaan air bersih dan distribusi air dan berbagai upaya peningkatan akses terhadap sarana sanitasi di saat bencana," kata Bambang Kuntoro.
Melalui kegiatan pelatihan, diharapkan mahasiswa menjadi tenaga sanitasi lingkungan yang mampu dan siap di terjunkan dalam penanggulangan bencana.
"Khususnya dalam bidang kesehatan lingkungan," jelasnya.
Menurut dia, saat terjadi bencana bisa dipastikan berbagai sarana terhadap akses air dan sanitasi akan terdampak. Maka diperlukan tenaga kesehatan yang siap dalam melakukan operasi penanggulangan bencana bidang WASH. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin