JOGJA - Minat mahasiswa jurusan matematika di perguruan tinggi Jogjakarta terus menurun. Penyebabnya bukan karena stigma negatif pelajaran matematika itu 'menakutkan', tapi ada faktor lain.
Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan ailmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto (UNCOK) Yogyakarta Ika Septi Hidayati, S.Pd., M.Pd.
Menurutnya, stempel miring pelajaran matematika adalah 'horor' memang sudah ada sejak dulu kala. Itu salah dalam penanaman konsep dari dasar. Mungkin salah penanaman konsep. Dari sekolah dasar banyak orang secara umum, menakut-nakuti.
"Bahwa matematika itu pelajaran yang sulit," kata Ika Septi Hidayati Rabu (6/3/2024).
Faktanya, pelajaran matematika bukan pelajaran rumit asalkan jangan dibenci. Harus berpikiran positif bahwa matematika tidaklah rumit.
Caranya, menerapkan pembelajaran sesuai dengan tingkat kesulitan.
"Jadi, pembelajaran matematika harus urut. Misal ada geometrik bidang dipelajari, baru belajar ke geometrik ruang. Menerapkan pembelajaran bertahap sesuai dengan tingkat kesulitan," ujarnya.
Khusus untuk anak SMA sederajat, agar lebih optimal siswa-siswi tidak boleh meninggalkan pelajaran supaya bisa terus mengikuti semua tahapan.
Berikutnya tips mudah belajar matematika, anak-anak tidak boleh menghafal rumus, tapi harus dipahami.
"Kalau menghafal rumus bakal lupa, tapi kalau memahami konsepnya meskipun soal berubah bentuk tetap bisa mengerjakan," ungkapnya.
Tips selanjutnya, rutin melatih diri seperti mengerjakan soal-soal. Sebab latihan adalah guru terbaik. Dengan begitu saat berhadapan dengan soal-soal bagaimanapun bentuknya tetap paham dan bisa mengerjakan.
"Sekali lagi agar mudah belajar matematika memang harus ditanamkan sejak pendidikan dasar. Kalau dari awal sudah tidak suka sangat besar kemungkinan pada jenjang SMP dan SMA sudah tidak suka," bebernya.
Sehingga pada tingkat dasar harus dibuat suasana sekolah yang menyenangkan. Harus dibangun rasa suka terlebih dahulu dengan pelajaran matematika.
"Lalu ada diskusi terkait matematika diluar jam belajar, karena suasana lebih santai," ucapnya.
Diakui peminat mahasiswa jurusan matematika setiap hari semakin menurun. Di 2021 hinga 2022 grafiknya masih bagus, namun setelahnya turun. Ini bukan karena tidak menyukai pelajaran matematika tapi lebih kepada membaca peluang kerja setelah lulus.
"Semenjak PNS dihilangkan dan diganti P3K, sebagian besar kampus di DIY menurun mahasiswanya," bebernya.
Aturan mengenai P3K dikontrak setiap 5 tahun sekali, bisa diperpanjang asalkan melewati proses evaluasi. Sedangkan PNS menerima uang pensiun dengan masa kerja panjang bisa mencapai 60 tahun.
"Ada mahasiswa saya menyesal karena tidak jadi PNS. Mahasiswa-mahasiswa itu seperti itu pikirannya," ungkapnya dosen generasi 90an ini. (gun)