Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BPBD DIY Masih Salurkan Bantuan Air Bersih, Meski Sebagian Wilayah Diguyur Hujan

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 1 November 2023 | 22:21 WIB
SOSOK : Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad saat ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIY. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
SOSOK : Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad saat ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIY. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

JOGJA - Meski sebagian wilayah DIY sudah diguyur hujan pada akhir Oktober 2023, bantuan air bersih masih terus disalurkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY hingga saat ini telah menyalurkan 31 juta liter bantuan air bersih.

Bantuan itu tersebar di empat kabupaten terdampak kekeringan imbas kemarau panjang.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, bantuan air bersih telah disalurkan sebanyak 31 juta liter ke 33 kapanewon terdampak kekeringan di DIY.

"Iya 33 kecamatan terdampak kekeringan. Tapi sekarang yang tinggi dampaknya di Sleman, tapi Sleman utara kemarin sudah hujan," katanya di Kompleks Kepatihan Rabu (1/11).

Noviar menjelaskan BMKG sudah memprediksi bahwa dasarian ketiga bulan November akan memasuki musim penghujan.

Namun, kapasitasnya masih nol sampai 50 mm. Artinya curah hujan masih tergolong rendah dan terjadi belum merata di seluruh wilayah.

"Moga-moga nanti di Desember bisa dipenuhi semuanya sudah terpenuhi. Musim hujannya sudah kembali normal," ujarnya.

Sehingga, BPBD DIY masih menyiagakan bantuan air bersih untuk disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan di tingkat kabupaten.

Pun, tidak hanya pemerintah saja yang menyiapkan bantuan air bersih tersebut. Karena juga ada yang dibantu oleh CSR dan pihak ketiga.

"Bantuan ada dari pihak ketiga serta relawan-relawan yang memberikan sumbangan air," jelasnya.

Hanya, yang perlu diwaspadai ketika memasuki bulan Februari karena curah hujannya lebih tinggi. Dan ini bisa berpotensi terhadap bencana. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan akan dampak yang terjadi.

Baca Juga: Kekeringan di Bangunjiwo Bantul Cukup Parah, Meski BPBD Sudah Drop 905 Ribu Liter Air Bersih

"Kepada masyarakat kita juga sudah meningaktkan kewaspadaannya akan bencana ketika hujan dan angin kencangnya," terangnya.

Adapun, hingga saat ini baru Kulon Progo saja yang mengakses anggaran belanja tak terduga (BTT) senilai Rp 168 juta untuk penanganan kekeringan di wilayahnya.

Sementara kabupaten lain masih bisa melakukan penanganan dengan anggaran APBD reguler. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#BPBD DIY #air bersih