RADAR JOGJA - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY memastikan tak ada skema titip menitip tenaga honorer di lingkungan Pemprov DIY. Sebab sudah tak ada istilah tenaga honorer lagi, namun tenaga bantu atau naban.
Naban di lingkungan pemprov ini pun telah melewati tahapan seleksi seperti calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan metode computer assisted test (CAT).
Hal ini sesuai pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang menyebut tenaga honorer tak memiliki keahlian khusus. Pun, cara kerja pegawai honorer kebanyakan berasal dari tim sukses kepala daerah.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY Amin Purwani menepis pernyataan Mendagri tersebut. Bahwa, di lingkungan Pemprov DIY tak ada istilah tenaga honorer namun tenaga bantu atau naban yang sudah melalui rekrutmen by sistem melalui online. Sehingga dipastikan tak ada skema titip menitip dalam rekrutmen.
"Di Pemda DIY adanya naban, yang rekruitmennya sudah by sistem, dari pendaftaran sudah online, tes sudah pakai CAT (Computer Assisted Test) seperti tes CPNS," katanya Rabu (20/9)
Amin menjelaskan skema rekrutmen dengan menggunakan sistem online sudah menjadi bagian dari pencegahan praktek nepotisme di lingkungan pemprov. Seluruh proses seleksi pun tidak ada tatap muka.
"Juga status atau posisi naban adalah mengisi formasi PNS yang kosong. Jadi tidak bisa ada titipan-titipan untuk tambahan pegawai," ujarnya.
Pun dengan metode tes berbasis CAT peserta bisa mengetahui hasil tesnya masing-masing. Nilai langsung direkap dalam aplikasi sehingga hasilnya terintegrasi.
Selain itu, pencegahan lain juga dilakukan dengan tidak menggelar wawancara tatap muka dalam rekrutmen.
"Tidak ada tatap muka, tidak ada tahap wawancara, substansi wawancara sudah ada juga di soal-soal materi lain bersamaan dengan tes CAT," jelasnya.
Dengan begitu, sudah bisa dipastikan dengan metode CAT menjadi jaminan tak ada praktek tersebut. "Yes, CAT tidak bisa diintervensi," terangnya.
Adapun rekrutmen Naban baru ini sudah ditutup sejak 2022 lalu. "Rekrutmen Naban baru sudah tidak ada lagi sejak tahun 2022," tambahnya.
Saat ini rekrutmen yang dibuka adalah untuk calon aparatur sipil negara (CASN) lingkungan Pemprov DIY mulai 20 September hingga 9 Oktober mendatang. Formasi yang dibuka hanya untuk calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Total formasi yang dibuka mencapai 1.042 formasi. Rinciannya formasi guru sebanyak 826, tenaga kesehatan 106, dan teknis berjumlah 110,
"Tahun ini terdapat dua kategori pelamar PPPK, yaitu PPPK khusus dan PPPK umum," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad