RADAR JOGJA - Keberagaman bangsa Indonesia adalah suatu hal yang indah. Anugerah dari Tuhan Yang Mahaesa.
"Kita harus berpikiran positif dengan perbedaan-perbedaan yang ada agar dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi Bangsa Indonesia sehingga terbentuk persatuan yang kokoh dan kuat," tegas Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Hotlan Maratua Gurning, mewakili Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo, dalam komunikasi sosial dengan komponen masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta di serambi Makorem 072/Pamungkas Yogyakarta Selasa (5/9/2023).
Baca Juga: Tumpengan Puncak HUT Ke-62 Korem 072/Pamungkas, Danrem: Pegang Teguh Netralitas TNI di Pemilu 2024
Ditegaskan, Indonesia adalah suatu negara kesatuan yang berbentuk republik atau dikenal dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di mana, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan.
"Dengan berpegang teguh kepada semboyannya Bhinneka Tunggal Ika, di mana perbedaan atau keragaman bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia merupakan bukti bahwa Indonesia dengan keberagamannya, harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural," ungkapnya.
Kegiatan ini mengangkat tema Moderasi Beragama dan Tantangan Polarisasi di Indonesia. Komunikasi sosial merupakan bagian dari metode pembinaan teritorial yang dilaksanakan antara prajurit TNI AD dengan seluruh komponen bangsa. Di antaranya, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan komponen lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sub Bagian Organisasi Tata Laksana Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta Nur Ahmad Ghazali menyampaikan, moderasi beragama sudah dijamin oleh negara. Jaminan tersebut tertuang dan pasal 29 ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945.
Baca Juga: Pelaksanaan Pilkades Harus Jaga Kamtibmas TNI dan Polri Bersinergi Lakukan Pengamanan Pilkades
"Saya kira, kita ketahui bersama pasal 29 ayat 2 yaitu negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya," ujarnya.
Dijelaskan, ada empat ciri moderasi beragama. Yakni, komitmen berbangsa dan bernegara, toleransi dengan menghormati perbedaan dan memberikan ruang orang lain untuk berkeyakinan, anti kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi.
Baca Juga: Akun YouTube DPR RI Diretas Tampilkan Live Judi Online, Begini Kata Roy Suryo
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasiter Kasrem 072/Pmk Kolonel Kav Agus Waluyo, Kasiops Kasrem 072/Pmk Kolonel Inf M. Ibrahim Muchtar Maksum, Kasiren Korem 072/Pmk Letkol Inf Yudhi Novrizal, dan Ketua Penghageng Kawedanan Hageng Pura Keraton Jogja KPH Suryahadiningrat.
Tampak pula, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Resimen Mahasiswa (Menwa) DIY, Paksi Katon, Patra Padi, Karangtaruna DIY, FKUB DIY, dan sejumlah komponen masyarakat lainnya.
Editor : Amin Surachmad