Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Malioboro Perlu Dilengkapi Sarpras Mitigasi, DPRD Kota Jogja Bahas Raperda Ripparda 2026–2045

IG
Jalan Malioboro salah satu rute Malioboro Run yang diselenggarakan Minggu (4/10/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja
Jalan Malioboro salah satu rute Malioboro Run yang diselenggarakan Minggu (4/10/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja

Advertisement

 

JOGJA - DPRD Kota Jogja mendorong penguatan aspek keamanan di destinasi wisata favorit, khususnya kawasan Malioboro. Upaya tersebut akan dimasukkan dalam pembahasan Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) 2026–2045 melalui penyediaan sarana mitigasi dan penguatan koordinasi antarinstansi.

Anggota Pansus Raperda Ripparda Fajar Kurniawan mengatakan, aspek keamanan merupakan salah satu unsur penting di destinasi wisata. Khususnya di Malioboro yang selama ini memiliki tingkat kunjungan tinggi.

Advertisement

“Penting adanya fasilitas keselamatan fisik di kawasan strategis yang memiliki tingkat kunjungan tinggi seperti kawasan Malioboro,” ujar Fajar, Rabu (4/11/2026).

Fajar menilai destinasi wisata favorit perlu dilengkapi sarana prasarana (sarpras) mitigasi. Seperti informasi terkait jalur evakuasi, titik kumpul, petunjuk keselamatan, hingga prosedur penanganan bagi pengunjung ketika terjadi keadaan darurat.

Advertisement

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak agar segera ada penguatan koordinasi antarinstansi. Misalnya dinas kesehatan (dinkes) melalui optimalisasi public safety center (PSC) dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja.

Ketua Pansus Raperda Ripparda Krisnadi Setyawan menegaskan, dokumen perencanaan kepariwisataan memang wajib mengantisipasi berbagai potensi risiko secara nyata. Sehingga dalam pembahasan Raperda Ripparda pihaknya tidak hanya fokus mengatur promosi dan pengembangan destinasi.

Dalam proses pembahasan Raperda Ripparda, dewan juga akan mengatur tugas dan tanggung jawab masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menciptakan keamanan di destinasi wisata.

“Akan diperjelas pembagian tanggung jawab, serta merumuskan langkah mitigasi dan prosedur penanganan keadaan darurat yang tepat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning Krisnawati menilai usulan dari legislatif memang perlu diwujudkan. Pihaknya telah memiliki rencana integrasi sektor pariwisata dengan layanan kesehatan untuk mengembangkan potensi wisata medis dan kebugaran.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Perwira Polda DIY Mutasi Jabatan; Kombes Yani Jadi Dirreskrimum, Ihsan Kapolresta Jogja

Perwira Polda DIY Mutasi Jabatan; Kombes Yani Jadi Dirreskrimum, Ihsan Kapolresta Jogja

Sejumlah perwira menengah di lingkungan Polda DIY mengalami mutasi jabatan. Ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 November. Serah terima jabatan pun dilaksanakan di Mapolda DIY, Ring Road Utara, Condongcat

Harga Tepung Kanji Melonjak Rp19 Ribu, Penjual Cilok di Jogja Menjerit

Harga Tepung Kanji Melonjak Rp19 Ribu, Penjual Cilok di Jogja Menjerit

Kenaikan harga tepung kanji hingga Rp19.000 per kg membuat pedagang cilok dan sotong di Kota Jogja pasrah. Porsi tak dikurangi, namun margin keuntungan merosot tajam akibat tingginya modal produksi.

Track Record-nya Setidaknya Bisa Bertahan di Super League, Alasan Manajemen PSIM Jogja Pilih Risto

Track Record-nya Setidaknya Bisa Bertahan di Super League, Alasan Manajemen PSIM Jogja Pilih Risto

Track Record Risto Setidaknya Bisa Bertahan di Super League

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer