
Kunjungan dan Dialog Komisi B DPRD DIY dengan Gabungan Kelompok Tani Kulon Progo
Pimpinan dan anggota Komisi B DPRD DIY mengadakan kunjungan dalam daerah (KDD) ke Kabupaten Kulon Progo. Terjadi dialog dengan sejumlah petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan. Banyak hal dikemukakan para petani. Mereka menyampaikan aspirasi menyangkut kebutuhan infrastruktur guna memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Kami ingin ada perbaikan permanen tanggul dan jalan inspeksi sepanjang 7 kilometer di Sungai Serang. Terutama di daerah Ngestiharjo. Dibutuhkan perbaikan permanen infrastruktur sadap intake dan outlet yang pernah mengalami kerusakan akibat banjir,” ujar Ketua Gapoktan Kalurahan Ngestiharjo, Wates, Kulon Progo, Sahadadi Mulyono di aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan usulan agar material sedimentasi hasil normalisasi Sungai Serang dapat langsung dimanfaatkan untuk memperkuat tanggul di sekitar lokasi. Para petani juga ingin bisa mendapatkan bantuan rice milling plant (RMP) untuk meningkatkan kapasitas pengolahan beras. Nilai RMP berkisar antara Rp 2,5 miliar hingga Rp 6 miliar
Menurut Sahadadi, keterbatasan mesin penggilingan saat ini membuat petani masih fokus pada produksi beras medium dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 13.500 per kilogram. Dengan dukungan RMP, petani berharap bisa memproduksi beras premium dengan HET Rp 14.990 per kilogram . “Lebih efisien dan punya nilai tambah,” kata Sahadadi.
Dia menyampaikan capaian kelompoknya dalam memenuhi komitmen pasokan gabah kering panen ke Bulog. Tahun lalu, 2025, pasokan yang disalurkan mencapai 1.000 ton. Meningkat menjadi 3.872 ton pada 2026 ini. Atas capaian tersebut, kelompok tani memperoleh bantuan vertical dryer berkapasitas 10 ton dari Kementerian Pertanian RI.

Aspirasi lainnya disuarakan perwakilan petani milenial Danang. Dia meminta kejelasan regulasi mengenai pembentukan kelompok petani milenial. Kepastian itu dinilai penting agar keterlibatan anak muda dalam sektor pertanian dapat berkembang secara profesional, terstruktur, dan berkelanjutan.
Menanggapi berbagai aspirasi dari petani Kulon Progo, Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari mengatakan, terus mendorong penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Kulon Progo. Upaya yang dilakukan melalui sinergi lintas sektor, pengembangan inovasi teknologi pertanian, dan peningkatan dukungan terhadap petani.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




