Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melaut Bukan Pekerjaan Utama, DPRD Kulon Progo Usulkan Raperda

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
Perahu nelayan berhasil mendarat paska dilakukan evakuasi akibat diterjang gelombang tinggi di Pantai Bugel, Jumat (16/1/2026).
Perahu nelayan berhasil mendarat paska dilakukan evakuasi akibat diterjang gelombang tinggi di Pantai Bugel, Jumat (16/1/2026).

Advertisement

 

 

KULON PROGO - DPRD Kulon Progo mengusulkan rancangan peraturan daerah (Raperda) Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Raperda ini mendorong kemandirian maritim dan memperkuat perlindungan bagi pelaku usaha maritim.

Advertisement

Anggota DPRD Kulon Progo Canggih Pulung Prabandaru menyampaikan, pengusulan raperda merupakan bagian inisiatif lembaga legeslatif. Raperda tersebut, bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan kesejahteraan usaha di sektor maritim.

 "Raperda ini turut mencakup ketahanan pangan, dan pengelolaan sumber daya kelautan," ucap Canggih, Selasa (15/9).

Advertisement

Canggih menjelaskan, Bumi Binangun memiliki potensi di sektor maritim. Lantaran, wilayah Kulon Progo berbatasan langsung dengan samudera. Tentu, potensi ini perlu ditangkap dan dikembangkan menjadi bagian peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Raperda yang menyasar nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam ini, mencoba melindungi hak pelaku usaha di sektor maritim. Di lapangan pelaku usaha maritim, masih terhimpit dengan masalah ekonomi. Banyak nelayan di Kulon Progo mengalami kendala permodalan, operasional, hingga sarpras.

Dampaknya, nelayan di bumi Binangun tak menjadikan pekerjaan melaut sebagai profesi utama. Dengan Raperda ini, pemkab didorong memenuhi kebutuhan maritim. Urusan permodalan hingga sarpras diharapkan mendapat dukungan dari pemkab.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, usulan raperda akan menjadi rujukan OPD dalam memaksimalkan potensi maritim.

Menurutnya, Kulon Progo memiliki potensi maritim yang luar biasa. Kulon progo memiliki garis pantai sepanjang 28 kilometer dan potensi lahan budidaya ikan 22 ribu hektare. "Yang perlu ditegaskan, adalah rumusan mempertimbangkan peran," ungkapnya. (gas/pra)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nelayan Pantai Baron Gunungkidul Tak Melaut, Antar Peserta Upacara HUT RI ke Tengah Laut

Nelayan Pantai Baron Gunungkidul Tak Melaut, Antar Peserta Upacara HUT RI ke Tengah Laut

Ada yang berbeda dari aktivitas nelayan Pantai Baron, Tanjungsari, setiap pagi 17 Agustus. Perahu-perahu yang biasanya digunakan mencari ikan tidak dibawa melaut. Nelayan justru menggunakannya untuk mengantarkan...

Gelombang Tinggi, Sudah 10 Hari Nelayan di Pantai Depok Tak Melaut

Gelombang Tinggi, Sudah 10 Hari Nelayan di Pantai Depok Tak Melaut

Gelombang tinggi menyebabkan para nelayan di Pantai Depok memilih tidak melaut dan menunggu cuaca kembali normal. Memaksakan diri melaut dinilai terlalu berisiko karena dapat menyebabkan kapal dan mesin rusak akibat terj

Lagi Musim Ikan Tengiri dan Cakalang tapi Ombak Tak Bersahabat, Nelayan Kebumen Pilih Libur Melaut 

Lagi Musim Ikan Tengiri dan Cakalang tapi Ombak Tak Bersahabat, Nelayan Kebumen Pilih Libur Melaut 

Lagi Musim Ikan Tengiri dan Cakalang tapi Ombak Tak Bersahabat, Nelayan Pilih Libur Melaut 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer