Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Kekeringan di DIY Awal November 2026, BMKG Minta Dua Daerah Ini Hemat Air

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Waspada Kekeringan di DIY Awal November 2026: BMKG Imbau Bantul dan Gunungkidul Hemat Air. (AI Image Generator)
ILUSTRASI: Waspada Kekeringan di DIY Awal November 2026: BMKG Imbau Bantul dan Gunungkidul Hemat Air. (AI Image Generator)

Advertisement

JOGJA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi D.I. Yogyakarta resmi merilis peta prakiraan dan analisis cuaca terkini untuk mengantisipasi potensi perubahan kondisi iklim di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam laporan terbaru tersebut, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) yang diprediksi akan mulai melanda sejumlah titik kawasan pada awal bulan mendatang akibat dari penurunan curah hujan harian.

Peringatan dini iklim ini dijadwalkan berlaku secara spesifik untuk periode Dasarian I November 2026, yaitu mulai dari tanggal 1 hingga 10 November 2026 mendatang.

Advertisement

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis klimatologis komprehensif, terdapat dua kabupaten di kawasan DIY yang saat ini resmi ditempatkan dalam kategori status waspada terhadap potensi ancaman kekeringan tersebut.

Dua daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap penurunan pasokan air tanah dan intensitas hujan ini adalah Kabupaten Bantul serta Kabupaten Gunungkidul.

Di sisi lain, hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa tiga wilayah administratif lainnya di D.I. Yogyakarta masih tercatat berada dalam situasi yang cukup aman dan relatif stabil.

Advertisement

Wilayah Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, serta wilayah perkotaan Kota Yogyakarta dilaporkan tidak menghadapi ancaman bahaya kekeringan meteorologis pada periode dasarian awal bulan November tersebut.

Informasi resmi iklim dan kebencanaan cuaca ini diperbarui serta diterbitkan secara langsung oleh tim prakirawan BMKG dari markas Stasiun Klimatologi di Sleman pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II D.I. Yogyakarta, Dr. Mamenun, S.Si., M.Si., secara terbuka menyampaikan imbauan penting kepada seluruh warga dan pemerintah daerah setempat untuk menyikapi informasi ini secara bijak.

Pihak BMKG meminta segenap lapisan masyarakat beserta pemangku kepentingan terkait untuk segera mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca yang cenderung lebih kering dari biasanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kekeringan Belum Usai, GP Ansor Bantul Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih ke Lima Kapanewon

Kekeringan Belum Usai, GP Ansor Bantul Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih ke Lima Kapanewon

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bantul menyalurkan 250 ribu liter air bersih atau setara 50 tangki kepada warga di lima kapanewon, Minggu (25/10). Bantuan tetap digulirkan karena permintaan air bersih masih masuk, ..

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, SAPMA PP DIY Salurkan Air Bersih di Nglipar Gunungkidul

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, SAPMA PP DIY Salurkan Air Bersih di Nglipar Gunungkidul

PW SAPMA PP DIY bekerja sama dengan BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Dusun Kedungkeris dan Kelurahan Natah, Kapanewon Nglipar. Aksi sosial ini digelar dalam rangka memperingati HUT SAPMA PP.

Krisis Air, BPBD Kulon Progo Terima Tambahan 700 Tangki Air Bersih untuk Bantuan Wilayah Kekeringan

Krisis Air, BPBD Kulon Progo Terima Tambahan 700 Tangki Air Bersih untuk Bantuan Wilayah Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mendapatkan tambahan alokasi anggaran yang signifikan untuk penanganan krisis air bersih. Kebijakan ini dihadirkan guna menyokong penanganan darurat kekeringan yang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer