Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Bau! Program Depo Bebas Sampah Organik Pemkot Jogja Dipertanyakan Masyarakat, Begini Keluhannya

I
Penulis: Iwan Nurwanto❯

Petugas DLH Kota Jogja mengambil sampah di area Pasar Ngasem, Kota Jogja, Jumat (2/1/2026).
Petugas DLH Kota Jogja mengambil sampah di area Pasar Ngasem, Kota Jogja, Jumat (2/1/2026).


Advertisement

JOGJA - Program Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja membebaskan depo dari sampah organik dipertanyakan masyarakat.

Pasalnya, hingga Minggu (25/1/2026) ada depo yang masih menimbulkan bau busuk. 

Depo Pasar Ngasem contohnya. Pantauan Radar Jogja di depo tersebut pada siang cukup penuh dengan tumpukan sampah. Bau yang timbul juga menyengat, khas pembusukan sampah organik.

Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat. Noviana, warga Wirobrajan yang berkunjung ke Pasar Ngasem ini mengaku cukup terganggu dengan kondisi yang menimbulkan bau tidak sedap.

Dia juga mempertanyakan terkait program Pemkot Jogja yang membebaskan sampah organik dibuang ke depo.

Advertisement

Sebab jika depo memang bebas sampah organik, seharusnya tidak menimbulkan bau menyengat.

“Saya menilai sampah organik sampai saat ini masih dibuang ke Depo Ngasem” sebut Noviana, kala ditemui Radar Jogja.

Perempuan 28 tahun ini berharap permasalahan sampah di Kota Jogja bisa teratasi. Lantaran sebelumnya pemkot sudah menggembar-gemborkan program pemilahan sampah. 

Dia ingin program tersebut bisa berjalan optimal. Apalagi di lingkungan Pasar Ngasem yang kini tengah menjadi destinasi kuliner favorit wisatawan dari berbagai daerah.

“Jangan sampai wisatawan terganggu dengan bau sampah, soalnya depo berada di parkiran mobil,” ungkap Noviana.

Radar Jogja telah berupaya mengkonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja terkait permasalahan Depo Ngasem.

Namun hingga berita ini ditulis yang bersangkutan belum memberi tanggapan.

Rajwan sebelumnya menyampaikan, bahwa Depo Ngasem merupakan salah satu tempat pembuangan sampah yang tengah berproses pembersihan sampah organik dari sisa tahun 2025.

Mantan Kabag Administrasi Pembangunan Kota Jogja itu menyebut permasalahan tersebut ditarget selesai pada pekan kedua Januari.

Tapi faktanya, hingga akhir bulan ini Depo Ngasem masih berbau busuk. 

"Dalam satu minggu ini (selesai)," tulis Rajwan dalam pesan singkatnya saat dikonfirmasi di tanggal 6 Januari 2026 lalu. (inu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DLH Bantul Langsung Angkut Tumpukan Sampah yang Dibuang Sembarangan di Selopamioro, Imogiri

DLH Bantul Langsung Angkut Tumpukan Sampah yang Dibuang Sembarangan di Selopamioro, Imogiri

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul telah mengevakuasi tumpukan sampah yang dibuang di pinggir Jalan Siluk-Panggang, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri satu hari setelah kejadian yang terjadi Jumat (5/6).

DLH Kabupaten Gunungkidul Kenalkan Galon Tumpuk, Cara Sederhana Olah Sampah Organik dari Rumah

DLH Kabupaten Gunungkidul Kenalkan Galon Tumpuk, Cara Sederhana Olah Sampah Organik dari Rumah

Sampah dapur tak selalu harus berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPAS). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul mengenalkan metode galon tumpuk sebagai cara sederhana mengolah sampah organik dari rumah.

TPA Banyuroto Tolak Sampah Organik, Kapasitas Landfill Terbatas, Pemkab Kulon Progo Dorong Pengolahan Kompos dan Maggot

TPA Banyuroto Tolak Sampah Organik, Kapasitas Landfill Terbatas, Pemkab Kulon Progo Dorong Pengolahan Kompos dan Maggot

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto dan Depo Sampah Wates dipastikan tak akan menerima sampah organik. Hal ini menyusul, terbitnya Surat Edaran Bupati Kulon Progo Nomor 100.3.4.2/1330/2026 tentang Pengelolaan ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer