Untuk atlet U-16 maksimal kelahiran tahun 2006. Lalu untuk U-18 maksimal kelahiran tahun 2004. Sementara U-23 sendiri dipertandingkan untuk mempersiapkan Pra PON 2023 dan PON 2024. Atlet U-23 maksimal kelahiran 2001.
Pada ajang ini diterapkan peraturan “FIBA Official 3X3 Rules” edisi 2022. Seluruh aturan diberlakukan mengacu pada peraturan terbaru agar pemain dan official memahami lebih detail dan juga berorientasi internasional.
Kejurnas ini sangat penting bagi Pengda Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) sebagai sarana pembinaan atlet mempersiapkan berbagai ajang ke depan. Turnamen sekaligus menjadi momentum uji coba untuk mengukur kemampuan para atlet. Juga melihat kesiapan dari lawan menatap PON 2024. Mengingat sebelum PON 2024, federasi akan melaksanakan kegiatan Pra PON yang akan dilaksanakan pada bulan September 2023.
“Jadi ini juga sebagai ajang untuk saling memantau. Paling tidak kita bisa melihat seperti apa masing-masing kekuatan tiap provinsi,” kata Ketua Pelaksana dari Pengurus Pusat (PP) Perbasi Ratana Arya Krishnan di sela pembukaan turnamen Jumat (27/1).
Ratana menjelaskan, kejuaraan ini digelar karena International Basketball Federation (FIBA) sudah mengharuskan federasi anggotanya terjun langsung ke kelompok umur. Maka dari itu, ajang ini menjadi program pokok PP Perbasi. Meskipun sudah sejak dulu dilaksanakan.
Dia melihat, di daerah terlalu sering memainkan pemain senior yang berusia 18 tahun ke atas. Sementara usia 18 tahun ke bawah kurang diperhatikan. “Dengan adanya ketentuan FIBA, jadi PP Perbasi mewujudkan Kejurnas agar punya pembinaan kelompok usia. Atlet daerah juga beregenerasi dan terus meningkatkan kualitas, tidak terputus. Jangan hanya KU-18 atau 20 tapi di bawahnya juga," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto menyambut gembira kejuaraan ini. Pihaknya mengapresiasi PP Perbasi yang telah mempercayakan DIJ sebagai tuan rumah. Dia berharap ada dampak positif terhadap pembinaan atlet usia muda di DIJ. Karena DIJ tidak hanya menyiapkan Pra PON dan PON, tapi juga menyiapkan pembinaan usia muda. Baik itu melalui jalur sekolah maupun klub.
“Apalagi di bulan Agustus dan September nanti Indonesia jadi salah satu tuan rumah FIBA World Cup. Ini jadi bagian dari upaya kita untuk mendongkrak prestasi Indonesia, sehingga bisa bermain di kancah dunia,” ujarnya. (tyo/laz) Editor : Editor Content