Ketua Umum KONI DIJ Djoko Pekik Irianto menekankan, dengan menjadi tuan rumah, perlu dipastikan cabor yang bersangkutan lolos BK PON sesuai dengan kriteria yang ada. Kemudian, pertimbangan dalam hal pembiayaan, mengingat KONI DIJ hanya mengalokasikan dana Rp 25 juta – Rp 50 juta untuk pelaksanaannya. Lalu sekitar Rp 25 juta untuk penyelenggaraan kejuaraan nasional (kejurnas).
KONI DIJ juga akan memberikan bantuan dalam hal rekomendasi. Terutama untuk kebutuhan Pengda cabor saat mencari sponsor dan menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder. Di antaranya seperti Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (BPO Disdikpora) DIJ, selaku pengelola venue olahraga seperti GOR Among Raga dan sebagainya. "Kami kumpulkan enam Pengda cabor yang punya keinginan untuk menyelenggarakan Babak Kualifikasi PON 2023 di Jogjakarta. Kami sudah sampaikan hal-hal yang perlu dipertimbangkan seperti bagaimana negosiasi dengan PB/PP. Apakah ada supporting dari PB/PP sehingga kami mampu menjadi tuan rumah," ujar Djoko Pekik.
KONI DIJ juga mengimbau keenam cabor untuk bersikap tegas dan tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan final sebagai tuan rumah BK PON 2023. Djoko Pekik menyarankan jika beberapa hal tadi dapat dipenuhi dan mampu, dia tentu mengapresiasi keberanian Pengda cabor untuk menyelenggarakan BK PON. “Tapi kalau seandainya ragu-ragu daripada konsentrasi terpecah menyiapkan tim dan sebagai tuan rumah, saya sarankan untuk memilih konsentrasi siapkan kontingen,” tegasnya. Yang menjadi pertimbangannya adalah karena target utama dari KONI DIJ adalah lolos ke PON.
Enam Pengda cabor tersebut adalah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI), Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI), Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI), dan Ikatan Olahraga Dance Sport Indonesia (IODI).
Penunjukan tuan rumah sebagian besar baru dapat dipastikan pada akhir Desember 2022. Tidak hanya itu, Pengda cabor Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) DIJ diinformasikan juga berencana mengajukan diri sebagai tuan rumah BK PON 2023. Sementara BK PON 2023 untuk enam belas cabor bela diri yang akan dipertandingkan pada PON XXI Aceh - Sumatra Utara 2024 akan diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, pada Juni 2023 mendatang. "Dari enam cabor, IODI sudah pasti diadakan di Jogjakarta karena sudah ada SK (dari PP IODI). Tanggalnya 30 Agustus, 1-2 September 2023, jadi tiga hari," jelas Wakil Ketua Umum II KONI DIJ Pramana.(cr5/din) Editor : Editor Content