Ketua Umum PABSI DIJ Nurcholis Suharman mengatakan, kejurda ini dilaksanakan sebagai evaluasi perkembangan pembinaan para atlet. Sekaligus sebagai amanah organisasi dalam membina atlet berprestasi.
"Ajang kejurda untuk eksistensi dan pertanggungjawaban organisasi kepada pemerintah dan masyarakat. Juga menjadi bagian penting dalam pengembangan organisasi olahraga ini," ujarnya, Selasa (2/2).
Yang pasti, dengan adanya kejurda diharapkan bisa menambah jam terbang atlet DIJ dalam persiapan menghadapi berbagai event baik daerah maupun nasional. "Kami juga proyeksikan untuk event internasional," beber pria yang juga anggota DPRD DIJ itu.
Pelatih PABSI DIJ Lilik Purwanto menambahkan, DIJ memiliki potensi atlet yang potensial. Karena itu, dia berharap semua pihak dapat bekerjasama untuk membina para atlet muda. Agar ke depan PABSI DIJ dapat menghasilkan prestasi yang maksimal. "Pembinaan atlet memang harus berkesinambungan dan terprogram. Tentu ini yang akan menjadi program PABSI di DIJ," tandasnya.
Di sisi lain, kejurda ini digelar sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi calon anggota KONI DIJ. Mengingat pada Agustus 2020 lalu, PB Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) resmi dibubarkan. PABBSI yang semula hanya punya satu kepengurusan ini dipecah menjadi tiga. Yaitu Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI), Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI), dan PABSI. (ard/bah)
Editor : Editor Content