JOGJA - Kapten PSIM Jogja Reva Adi Utama mengungkapkan tipe penyerang yang paling sulit dihadapinya sepanjang kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 ini. Menurutnya, penyerang dengan kecepatan tinggi dan pergerakan tanpa bola menjadi ancaman terbesar bagi lini belakang yang menjadi area permainannya.
Reva menilai, penyerang yang aktif berlari di ruang belakang bek memaksa pemain bertahan bekerja ekstra, baik secara fisik maupun konsentrasi sepanjang pertandingan. "Kalau saya pribadi, striker-striker yang cepat, yang mungkin selalu lari di belakang lawan, itu yang paling sulit. Karena kita harus butuh tenaga ekstra untuk menjaga pemain seperti itu," ujar Reva Selasa (3/2).
Selain tipe individu penyerang, pemain yang berposisi sebagai bek kiri itu juga menyinggung tim yang menurutnya cukup merepotkan untuk dihadapi. Ia menyebut Malut United sebagai salah satu lawan dengan kekuatan serangan yang komplet dan berbahaya.
Menurut Reva, Malut United memiliki kombinasi pemain dengan kecepatan, power, dan kualitas individu yang membuat mereka sulit dibendung. Kendatipun PSIM berhasil mengalahkan Malut United dengan skor 2-0 di putaran pertama lalu.
"Kita tidak boleh lengah sedikit saja, karena sekali kita terlambat membaca pergerakan, itu bisa sangat berbahaya," bebernya.
Ia juga menambahkan, menghadapi tim dengan karakter menyerang seperti itu menuntut koordinasi dan fokus tinggi dari seluruh lini, bukan hanya pemain bertahan semata. "Di Malut United, mereka punya attacking luar biasa. Ada David da Silva, Ciro, terus ada Sayuri Brothers. Mereka punya kecepatan, punya power," ungkapnya. (iza/laz)