JOGJA - Maryanto resmi dilantik sebagai ketua umum Akuatik Indonesia DIY periode 2025–2030. Pelantikan dilakukan di Hotel Alana, Sabtu (31/1) malam. Setelah resmi dilantik, Maryanto berkomitmen memajukan olahraga akuatik di DIY dan Indonesia.
Meski komitmen itu merupakan sebuah tantangan karena di DIY masih memiliki keterbatasan fasilitas, terutama untuk nomor loncat indah yang belum memiliki papan loncat standar, ia tetap optimistis, sebab semangat para atlet sejauh ini dinilai luar biasa.
"Ke depan, Akuatik Indonesia DIY mendorong penguatan pembinaan lima subcabang akuatik, peningkatan sertifikasi pelatih nasional dan internasional, serta kerja sama lintas daerah agar atlet tetap bisa berkembang tanpa harus pindah provinsi," ucapnya.
Sementara Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Anindya Bakrie menjelaskan, cabang olahraga akuatik merupakan salah satu lumbung medali Indonesia di ajang internasional.
Namun menurutnya, prestasi akuatik tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang, konsistensi, dan pengorbanan sebelum panen prestasi.
"Kalau berhasil, olahraga akuatik bisa menyelamatkan posisi Indonesia di olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Jogja punya potensi luar biasa dan itu sudah terbukti," ucapnya saat sambutan.
Bukan tanpa alasan Anindya mengatakan hal tersebut. Sebab sejauh ini pihaknya telah menyoroti kontribusi atlet-atlet DIY pada ajang SEA Games, termasuk raihan medali perunggu dari polo air putra dan putri.
Oleh karena itu Anindya mendorong agar DIY kembali merebut emas polo air putra, setelah sebelumnya sempat mendominasi kawasan Asia Tenggara. Mengingat saat itu, dukungan atlet Jogja turut berkontribusi pada total 16 medali yang diraih Akuatik Indonesia di SEA Games 2025, terdiri dari tiga emas, empat perak, dan sembilan perunggu. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun