Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Razzi Taruna Ungkap Karakter dan Standar Tinggi Pelatih Jean Paul van Gastel di PSIM Jogja

Fahmi Fahriza • Minggu, 1 Februari 2026 | 21:45 WIB

 

 

Manajer tim PSIM Jogja Razzi Taruna.
Manajer tim PSIM Jogja Razzi Taruna.

JOGJA - Manajer Tim PSIM Jogja Razzi Taruna mengungkapkan karakter kepelatihan Jean Paul van Gastel yang dinilainya tegas, adil, dan profesional sejauh ini di kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Menurutnya, pelatih asal Belanda itu memiliki gaya komunikasi yang lugas namun tetap membangun, baik kepada para pemain maupun jajaran manajemen.

Razzi menyebut Van Gastel sebagai sosok yang straightforward dalam menyampaikan apresiasi maupun kritik. Hal itu, menurutnya, justru menjadi nilai tambah dalam membangun tim secara profesional.

 "Jean Paul ini orangnya straightforward banget. Marah ya marah, apresiasi ya apresiasi. Tapi selalu konteksnya membangun dan profesional," ujar Razzi Minggu (1/2/2026).

Ia mencontohkan, setiap perbedaan pandangan atau evaluasi selama ini selalu disampaikan secara terbuka dan diselesaikan tanpa menyisakan masalah.

"Kalau ada yang dia kurang suka dari saya, dia langsung bilang, kamu bisa perbaiki nggak?’ Kalau bisa, ya selesai. Nggak ada bete-betean besoknya," katanya.

Tidak hanya tegas, Razzi juga melihat Van Gastel adalah sosok yang mampu menempatkan diri sebagai figur pemimpin sekaligus sosok yang dekat dengan pemain. Menurutnya, pria berusia 53 tahun itu bisa bersikap serius saat bekerja, namun tetap mencairkan suasana dengan candaan internal di dalam tim.

 "Dia bisa jadi peran bapak buat pemain. Serius iya, bercanda juga bisa. Ada joke-joke internal yang bikin suasana tim tetap hidup," ungkap Razzi.

Lebih lanjut Razzi menilai pengalaman panjang Van Gastel di Eropa, termasuk saat banyak berperan sebagai asisten pelatih, membentuk karakternya sebagai pelatih kepala yang komplet.

Ia mampu menjalankan fungsi kepemimpinan sekaligus memperhatikan detail-detail kecil dalam tim. "Dia bisa dua-duanya. Punya leader command, tapi hal-hal kecil juga tetap diperhatikan," jelasnya.

Baca Juga: Van Gastel Nilai Putaran Kedua BRI Super League Lebih Kompetitif, PSIM Jogja Andalkan Konsistensi

Terkait adaptasi di Indonesia, Razzi menegaskan PSIM tidak ingin Van Gastel menurunkan standar kepelatihannya. Justru sebaliknya, manajemen ingin belajar dari standar Eropa yang dibawa sang pelatih.

"Kita nggak mau Jean Paul nurunin standarnya. Kita datangkan dia dari Belanda ya untuk bawa standar itu ke sini," tegas Razzi.

Meski begitu, ia mengakui tetap diperlukan kompromi dalam konteks lokal, tanpa menghilangkan esensi standar profesional yang dibawa Van Gastel. "Tetap ada kompromi sedikit, ‘oh ini Indonesia’. Tapi level dia tetap harus dibawa ke sini agar kita semua bisa level up," ujarnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Razzi Taruna #BRI Super League #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja