JOGJA –KONI DIJ melakukan pengecekan ke beberapa calon venue pertandingan yang akan digunakan untuk menggelar pertandingan di ajang Porda DIJ XVII 2025 di Gunungkidul, September mendatang, Kamis (8/5). Ketua Umum KONI DIJ Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X meminta tuan rumah membuat skala prioritas.
PA X meminta kepada Gunungkidul sebagai tuan rumah agar jangan terlalu memaksakan diri untuk membuat semua venue pertandingan menjadi sempurna. Sebab menurutnya yang utama adalah pembinaan atlet itu sendiri. "Lebih penting pemikiran skala prioritas. Pembinaan atlet untuk berprestasi," tegasnya.
Wakil Gubernur DIJ itu bersama jajaran pengurus turun langsung untuk melihat beberapa calon venue tersebut. Diawali dari Stadion Gelora Handayani yang menjadi venue pertandingan bagi cabang olahraga atletik, drumband dan sepakbola putra.
Kemudian dilanjutkan ke GOR UNY Semanu yang akan digunakan untuk pertandingan cabor tenis lapangan putri, bulutangkis, taekwondo dan senam artistik.
PA X dan jajaran pun juga melihat langsung venue yang akan digunakan untuk cabor tarung drajad, petanque di Gedung Kesenian serta pembangunan atap Lapangan Tenis Putra dan tempat pertandingan bridge di Bangsal Sewoko Projo.
Tak hanya itu saja, rombongan juga melihat kesiapan venue menembak dan kolam renang di Komplek Kodim. "Kami melakukan cek venue untuk pertandingan di Porda DIJ XVII 2025. Semua membutuhkan persiapan-persiapan," katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan hampir semua venue telah dicek oleh Ketua Umum KONI DIJ. Namun setelah dilakukan pengecekan tersebut menurutnya masih ada beberapa hal yang masih dalam proses perbaikan, seperti lapangan tenis, lapangan voli outdoor dan beberapa venue lainnya.
"Kami menyiapkan secara khusus atlet-atlet, pelatih. Sehingga sebagai tuan rumah, kami tidak memalukan sebagai peserta porda juga sebagai tuan rumah," bebernya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo