Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HB X : Erupsi Merapi Teguran Untuk Penambang Pasir

E
Penulis: Editor News❯
ERUPSI : Awan Panas Guguran Merapi pada Sabtu siang (11/3). (Istimewa)
ERUPSI : Awan Panas Guguran Merapi pada Sabtu siang (11/3). (Istimewa)
RADAR JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Hamengku Buwono X (HB X) meminta masyarakat lereng Gunung Merapi tetap waspada. Pesan ini terkait erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Sabtu siang (11/3).

Raja Karaton Ngayogyakarta ini menganggap erupsi adalah siklus normal Gunung Merapi. Terlebih jika adanya penumpukan materilal di kubah lava. Adanya aktivitas vulkanik dapat mengurangi potensi erupsi yang lebih besar.

"Ndapapa, pokoke mung nggo ngebaki, hanya sampai di atas saja enggak akan meletus sudah berbeda kan sudah 10 tahun lebih," jelasnya saat acara di Jogja Expo Center, Sabtu (11/3).

HB X mengungkapkan Gunung Merapi memiliki siklus rutin. Terutama untuk mengeluarkan material dari kubah lava. Wujudnya adalah erupsi dengan wujud awan panas maupun awan panas guguran.

"Biasanya kan 4 tahun kalau meletus. Sekarang memang harus keluar ya memang nyembur tapi ya hanya satu kilo dua kilo karena yang ditambang kan sekitar situ," katanya.

Disatu sisi HB X juga menyebut erupsi Merapi ibarat teguran. Khususnya kepada para penambang pasir di sekitar Lereng Gunung Merapi. Berupa tindakan merusak alam dengan penambangan pasir. 

Dengan adanya erupsi, maka lubang tambang tertutup kembali. Sehingga dapat mengembalikan kondisi alam menjadi lebih baik. Tentunya berdampak pada ekosistem alam di kawasan Gunung Merapi.

"Enggak akan meletus seperti dulu yang penting ngebaki sik dirusak karena ditambang gitu aja. Nanti kalau yang berlobang-lobang itu sudah tertutup kan berhenti sendiri. Memang itu perlu lama karena tidak hanya di atas dan dibawah juga berlobang," ujarnya.

HB X mengingatkan bahwa tambang berdampak serius pada alam. Tak hanya untuk wilayah Jogjakarta tapi juga Jawa Tengah. Penambangan secara berlebihan akan membuat kondisi alam menjadi tak seimbang

Menurutnya, kawasan penambangan pasir sudah selayaknya rehabilitasi. Dalam artian diperbaiki untuk keseimbangan alam. Apabila dimanfaatkan, tentu dengan bijak tanpa merusak ekosistem.

"Kan sudah saya tutup disitu enggak boleh nambang warga. Diubah jadi pertanian dan peternakan. Ada yang bikin keju ada yang ditanami kopi kan gitu, supaya mereka punya pendapatan dari produk di sektor pertanian supaya tidak nambang lagi," katanya. (Dwi)  

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

HB X Minta Perusak Fasum dan Pembawa Sajam saat Aksi di Malioboro yang Berujung Rusuh Diproses Hukum

HB X Minta Perusak Fasum dan Pembawa Sajam saat Aksi di Malioboro yang Berujung Rusuh Diproses Hukum

Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meminta pelaku perusakan fasilitas umum (fasum) saat aksi demonstrasi di kawasan Malioboro, Rabu (28/10) lalu diproses secara hukum. Menurutnya, perusakan fasilitas umum merupakan tindakan

Jabat 23 Hari, Atik Sudarmi Kena Bully, HB X Beberkan Alasan Tak Bisa Pertahankan Kadis Pariwisata

Jabat 23 Hari, Atik Sudarmi Kena Bully, HB X Beberkan Alasan Tak Bisa Pertahankan Kadis Pariwisata

  Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengungkapkan alasan memberhentikan Atik Sudarmi dari jabatan kepala Dinas Pariwisata DIJ. Atik baru menjabat selama 23 hari. Ada sejumlah latar belakang yang menjadi dasar mengambil lang

Gubernur DIY Minta Warga yang Desilnya Naik Tetap Bisa Dapat Bantuan

Gubernur DIY Minta Warga yang Desilnya Naik Tetap Bisa Dapat Bantuan

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hamengku Buwono (HB) X meminta warga yang desilnya berubah menjadi lebih tinggi agar dapat dipertimbangkan untuk kembali ke desil sebelumnya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer