RADAR JOGJA - Kecelakaan bus Mercedez Benz dengan plat nomor E 7607 V di kawasan Bukit Bego mengakibatkan tiga korban meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka. Satu penumpang bus tewas setelah tergencet badan bus.
Dari keterangan pasien yang dirawat di RSUD Panembahan Senopati, bus sejak awal memang dinilai kurang baik. Sebenarnya bus yang dipesan untuk dipakai adalah bus yang dalam kondisi baik. Namun kemudian berganti bus saat hendak berangkat.
Salah seorang penumpang selamat, Savina Putri Ningtyas, 19, mengungkapkan, sebelum terguling bus sempat berhenti beberapa saat di tengah jalan, sekitar tujuh menit. Sopir bus pun menyampaikan bus berhenti karena ada antrean kendaraan di depannya.
"Pas berhenti sopir bilangnya antre di depan. Padahal enggak ada sama sekali. Katanya macet, ternyata tidak ada," kata warga Kalurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo, ini.
Beberapa penumpang pun sempat bertanya kepada kru dan sopir bus terkait kondisi itu. Namun, kru dan sopir bus mengelak. "Berhenti dulu beberapa saat, itu penumpang pada bilang ‘Ada apa?’ Terus kru sama sopir bilang kalau enggak ada apa-apa," ujarnya.
Ia pun sempat mencurigai kondisi bus lantaran ada suara gesekan dari bus tersebut. Kemudian bus melaju kembali dengan kencang. "Saya feeling, ada suara dari belakang kayak udah gresek-gresek. Kayak ada kendala gitu lho," tambahnya.
Savina menyebut, bus terus melaju dari arah Becici. Saat bus terguling, sopir dan kru sudah menyelamatkan diri terlebih dahulu melalui pintu depan. "Pas lanjut jalan, tapi jalannya enggak kayak biasa, langsung banter gitu. Krunya langsung bilang ayo turun. Terus udah pada jempalik gitu, nyerong ke kiri, bukan ke kanan," bebernya.
Ditemui terpisah, Lurah Girirejo Dwi Yuli Purwanti mengaku sempat mendengar suara kencang dari arah lokasi kejadian. Maklum, rumahnya hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. "Setiap kali ada kendaraan jatuh pasti kedengeran," katanya saat ditemui di rumahnya.
Dari rumahnya pun ia mendengar ada banyak suara tangisan. Lantas ia menghampiri sumber suara tersebut. "Kedengeran dari sini (rumah), banyak yang menangis. Saya mikir pasti kecelakaan, terus saya naik motor ke sana," ujarnya.
Saat sampai di lokasi kecelakaan, masih ada puluhan korban dari berbagai usia. Baik laki-laki dan perempuan yang menangis. Juga ada korban yang tubuhnya sudah penuh dengan luka. Para korban pun telah duduk di sebelah bus.
Yuli menyebut, di lokasi telah ada relawan FPRB dan kepolisian. Evakuasi juga dibantu dari Basarnas, BPBD Bantul, serta relawan dari Kalurahan Girirejo, Wukirsari dan Mangunan.
Rombongan itu baru saja pulang dari berwisata di Bukit Becici dan akan melanjutkan ke Pantai Parangtritis. Menurut keterangan warganya, rombongan bus dari Bukit Bego dan melaju tidak begitu cepat. "Laju bus tidak seperti rem blong, tetapi di situ ada tikungan,” ucapnya. (tyo/laz)