RADAR JOGJA - Menjadi anggota polri tak menghalangi prestasi Briptu Arjuna Mahendra dalam bidang voli. Selain dukungan dari institusinya, raihan prestasi yang ditorehkan Arjuna dalam olahraga voli juga diganjar penghargaan. Di antaranya kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri.
"Setelah pulang dari turnamen (Asian Men's Club Volleyball Championship 2023) saya dipanggil Bapak Kapolri, diberikan penghargaan dan kenaikan pangkat," kata Arjuna saat ditemui di Mapolda DIJ Rabu (27/7/2023). Dalam Asian Men's Club Volleyball Championship (AVC) 2023 Arjuna memperkuat tim bentukan Polri, Bhayangkara Presisi. Hasilnya dalam kompetisi tersebut Bhayangkara Presisi meraih prestasi runner-up. Sebelumnya dalam kompetisi Proliga, Arjuna juga berhasil membawa Bhayangkara Presisi menjadi runner-up.
Atas prestasinya tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa. Jika sebelumnya berpangkat Bripda, selanjutnya Arjuna akan menyandang pangkat Briptu hanya dalam waktu 11 bulan. Padahal untuk menuju kenaikan satu atas lebih tinggi normalnya butuh waktu antara empat hingga lima tahun. "Tentu jadi motivasi bagi saya yang bertugas di kepolisian, untuk terus berlatih lebih giat dan berprestasi lagi," ungkapnya.
Diakuinya, prestasinya dalam bidang voli jualah yang membawanya jadi anggota korps Bhayangkara. Pemuda kelahiran 26 Januari 2002 itu menuturkan, masuk ke Polri lewat jalur rekrutimen proaktif pada 2020 silam. Ia menggunakan porto folio kemampuan sebagai atlet bola voli sehingga mampu menembus ketatnya seleksi. “Saya masuk murni lewat jalur kemampuan saya ini sehingga tidak dipungut biaya apa pun," tuturnya.
Tes dan seleksinya, lanjut pria yang tinggal di Kalasan ini, sama dengan rekrutmen reguler, tapi kebetulan lewat jalur prestasi untuk non akademik. Pendidikan juga sama dengan peserta lainnya. "Karena cita-cita sejak kecil jadi anggota polisi,” ujarnya ketika ditanya alasannya menjadi polisi.
Tapi prestasi yang diraih Arjuna bukan hal yang mudah diraih. Dia mengisahkan saat jenjang SMA, ia berlatih pada pagi hari ia berlatih di UNY. Selanjutnya pukul 08.00 baru ke sekolah mengikuti pelajaran umum. Saat sore hari pun demikian, ia kembali ke lapangan untuk berlatih bola voli. Tak hanya itu, ia dikenal sebagai raja tarkam, karena sering direkrut klub tarkam untuk bermain dari satu kota ke kota lain di sekitar DIJ dan Jateng. Berkat penampilannya dia terpilih menjadi pemain voli Porda DIJ. Hingga bergabung ke Polri dan saat ini memperkuat Jakarta Bhayangkara Presisi. “Pimpinan mendukung saya, setiap Latihan ketika ada rekomendasi dari klub maupun KONI, lewat SDM selalu diberikan surat perintah untuk izin Latihan. Di Polri ini justru bakat saya bisa berkembang,” katanya.
Hal itu diamini Kepala Biro SDM Polda DIJ Kombes Pol Nanang Djunaed. Menurut dia, bukan satu-satunya anggota Polda DIJ yang tergolong berprestasi. Masih ada anggota lain yang juga masuk ke Polri tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ada yang memiliki prestasi medali emas PON, nilai terbaik ASPD hingga penghafal Alquran. “Ketika mereka sudah masuk ke Polri mereka tetap bisa berkembang bakatnya, seperti Mas Arjuna dia tetap diberikan izin untuk bermain bola voli, di Polri di tetap bisa berlatih maksimal dan berprestasi sesuai minat dan bakatnya,” jelas dia.
Mantan Kapolres Kulon Progo itu juga menegaskan, selama proses seleksi anggota Polri sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia tidak mentoleransi adanya transaksi dengan jenis apa pun yang tujuannya memuluskan langkah masuk Polri. Metode pengawasan pun dilakukan dengan sangat ketat, menurutnya berbagai model kecurangan jika terjadi pun dipastikan bakal terkuak. Karena itu dia mengajak semua anggota masyarakat dari golongan apapun yang berminat mengabdi menjadi polisi untuk mendaftar.“Prinsipnya yang masuk ada mereka yang benar-benar berkompeten, memiliki prestasi dan memiliki peringkat nilai tinggi dalam setiap tahapan yang dilalui,” katanya. (pra)
Editor : Heru Pratomo