Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wana Delima Mandiri Jadi Pilihan Wisata Edukasi, Bisa Belajar Pengolahan Pakan Ternak

Hendri Utomo. • Senin, 26 Juni 2023 | 01:30 WIB
JADI ALTERNATIF: Rintisan desa wisata Wana Delima Mandiri Padukuhan Kemaras, Sidomulyo, Pengasih, Kulonprogo menjadi pilihan untuk masyarakat mengunjungi wisata edukasi.
JADI ALTERNATIF: Rintisan desa wisata Wana Delima Mandiri Padukuhan Kemaras, Sidomulyo, Pengasih, Kulonprogo menjadi pilihan untuk masyarakat mengunjungi wisata edukasi.

RADAR JOGJA - Satu destinasi wisata alternatif baru hadir di Kulonprogo, namanya Wana Delima Mandiri. Wisata edukasi ini berada di Padukuhan Kemaras, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo dan dilengkapi dengan area pembesaran ternak kambing serta pengolahan pakan ternak.

Kontur wilayah berupa perbukitan berundak, kini juga sudah dilengkapi beberapa spot foto buatan. Dengan latar belakang hamparan alam yang hijau. Di kejauhan juga ada rimbun pohon ketela yang dari jauh mirip dengan kebun teh. Ada pula arena Fun Downhill, dan itu satu-satunya di Kulonprogo yang memiliki track cukup menantang.

Pengelola Wana Delima Mandiri Joko Triyono mengatakan, meskipun baru enam bulan berdiri, Wana Delima Mandiri sudah penanaman berbagai tanaman yang digunakan untuk pakan ternak. Seperti rumput pakchong, gama umami, odot, dan sorgum yang saat ini tengah dikembangkan.

"Jenis pakan yang ada di sini adalah jenis pakan hijauan ternak yang memang sudah diuji cocok untuk ternak. Setidaknya itu penjelasan dari pra peneliti dari IPB dan UGM. Ada rumput biovitas, gama umami dan pakchong, odot sama red napier," bebernya Jumat (23/6).

Dijelaskan, setiap jenis pakan ditanam pada masing-masing petak. Selanjutnya dipanen dan diolah menjadi silase. Dengan hasil tanam sendiri tersebut, Wana Delima Mandiri saat ini mampu memproduksi 1-2 ton pakan silase per hari. Dengan harga jual mencapai Rp. 1.100 per kilogramnya.

"Sampai saat ini sudah punya langganan di tiga peternakan yang sudah mapan di antaranya peternakan di Imogiri Bantul, Magelang, dan Panjatan. Jadi kami sudah jual keluar, artinya sudah memberi income, kami juga punya ternak kambing di kandang kolektif yang juga memasok kebutuhan kurban," tuturnya.

Menurutnya, dengan potensi pemandangan alam yang indah, Wana Delima Mandiri ke depan akan terus dikembangkan menjadi rintisan desa wisata. "Bersama dinas terkait juga akan dikembangkan menjadi wisata edukasi, pusat pembelajaran peternakan di Kulonprogo," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Agung Kurniawan mengungkapkan, Wana Delima Mandiri adalah satu potensi yang dimiliki Kulonprogo. "Potensi ini harus dikenalkan secara lebih luas," tegasnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian Trenggono Tri Mulyo menambahkan, Wana Delima Mandiri merupakan salah satu percontohan integrated farming system atau sistem pertanian terpadu di Kulonprogo dengan kegiatan utamanya adalah pengolahan pakan ternak.

"Pakan diproses menjadi silase, pakan ini digunakan untuk penggemukan dan kemudian kotorannya dimanfaatkan untuk kompos yang sebagian dikembalikan ke lahan pakan dan sebagian lagi dijual," ucapnya.

Salah satu keunggulan konsep pakan silase atau pakan hijauan ternak yang diawetkan adalah mampu menyediakan sumber pakan ternak saat menghadapi kemarau panjang. "Sangat membantu ketika tanaman pakan hijau alami sulit terpenuhi," tandasnya. (tom/eno)

Editor : Satria Pradika
#Wisata Edukasi #destinasi #Pakan Ternak #Kulonprogo