Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Permainan Pasaran, Asah Kreativitas, Pakai Bahan Alam

Naila Nihayah • Minggu, 25 Juni 2023 | 14:27 WIB
PASARAN MODEL KINI: Main pasar-pasaran yang kini sudah bergeser dengan menggunakan mainan modern buatan pabrik terbuat dari bahan plastik
PASARAN MODEL KINI: Main pasar-pasaran yang kini sudah bergeser dengan menggunakan mainan modern buatan pabrik terbuat dari bahan plastik

RADAR JOGJA - Era telah berganti. Sejumlah permainan tradisional semakin tidak diminati. Sebagian besar anak-anak zaman sekarang lebih suka bermain ponsel daripada melestarikan permainan tradisional. Padahal, permaianan tradisional sejatinya memiliki segudang makna dan filosofi. Hingga bagus untuk meningkatkan kecerdasan motorik.


Seperti halnya dengan permainan tradisional pasaran atau pasar-pasaran. Permainan ini menirukan peran orang dewasa seperti berbelanja sayur di pasar hingga memasak. Namun, belakangan ini permainan ini sudah jarang ditemui di masyarakat. Tergeser dengan kecanggihan teknologi.


Salah seorang pegawai pemerintahan, Ika Fitriana, 38, mengaku, permainan tersebut menjadi salah satu favoritnya semasa kecil. Bahkan ia terus memainkannya meski duduk di bangku sekolah dasar. "Biasanya main (pasaran) dari siang sampai sore habis pulang sekolah atau pas libur bersama teman-teman cewek,” ujarnya (23/6).


Pasaran itu, kata dia, seolah-olah sedang beraktivitas jual beli di pasar atau warung makan. Ada penjual dan pembeli. Perlengkapan yang dipakai juga sangat sederhana. Lantaran bisa didapatkan di lingkungan sekitar, tanpa perlu merogoh kocek. Seperti dedaunan, pelepah pisang, pasir, dan lainnya.

Ika Fitriana
Ika Fitriana


Dia bersama teman-temannya kerap bermain di halaman rumah maupun di sebuah kebun dekat rumahnya. “Kalau daun, biasanya diiris tipis-tipis untuk bakmi. Kalau pelepah pisang buat tahu atau tempe, pasir atau tanah untuk ilustrasi nasi, dan banyak lagi,” kelakarnya.
Bahkan sistem pembeliannya pun memanfaatkan daun yang diibaratkan sebagai uang. Dulu, lanjut dia, belum ada permainan dari plastik seperti ikan dan lainnya. Semua bahan-bahannya masih memakai benda-benda ala kadarnya.


“Piringnya pakai daun, sendoknya pakai kayu, bahkan kompornya juga cuma pakai batu-bata yang ditata,” tambahnya.
Ika menyebut, ingatan memori kehidupan semasa kecil memang menyenangkan. Apalagi dia termasuk orang beruntung yang masih merasakan zaman tersebut. Dimana ketika semua aktivitas tidak bergantung pada ponsel.

Editor : Satria Pradika
#permainan tradisional #Pasaran #dolanan #anak anak #ponsel