MAGELANG - Pemkot Magelang mulai menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas (lalin) menjelang mudik dan arus balik Lebaran. Rekayasa lalin, pengecekan armada bus, hingga penempatan puluhan personel disiapkan untuk mengurai potensi kemacetan di sejumlah titik rawan di wilayah kota.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Makhmud Yunus menuturkan, peningkatan arus kendaraan diperkirakan mulai terjadi pada akhir pekan ini. Selain itu, program mudik nasional juga diperkirakan akan mendorong peningkatan mobilitas kendaraan pribadi di jalur yang melintasi Kota Magelang.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, dishub menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pengendalian lalin. Satu upaya yang dilakukan adalah pemantauan arus kendaraan melalui sistem area traffic control system (ATCS).
Melalui sistem ini, kata Yunus, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time di berbagai persimpangan strategis di dalam kota. "Kalau di persimpangan terindikasi ada kemacetan, kita antisipasi dengan pengaturan lampu lalu lintas maupun flasher," ujarnya Rabu (11/3).
Selain pengendalian melalui sistem elektronik, pengaturan lalu lintas juga akan dilakukan secara manual oleh petugas di lapangan. Dishub juga menyiapkan rambu pengalihan arus di beberapa simpang utama yang menjadi pintu masuk Kota Magelang.
Dari arah utara atau jalur Semarang menuju Jogja, pengalihan arus akan mulai diberlakukan di kawasan simpang Kebonpolo. Kendaraan yang tidak memiliki keperluan masuk ke pusat kota akan diarahkan untuk berbelok ke kiri menuju Jalan Urip Sumoharjo.
Langkah serupa juga dilakukan di simpang CPM dengan pemasangan rambu pengalihan arus yang bersifat imbauan. Sementara dari arah selatan, pengaturan lalu lintas difokuskan di kawasan simpang Artos yang menjadi pertemuan beberapa jalur utama.
Selain mengandalkan sistem pemantauan lalu lintas, dishub juga menyiapkan petugas di sejumlah titik persimpangan. Di kawasan Kebonpolo maupun Artos akan didirikan posko pengaturan lalu lintas yang dilengkapi personel dari berbagai instansi, termasuk kepolisian.
Posko utama dishub akan ditempatkan di kawasan Terminal Tidar yang dikelola bersama dengan pihak terminal. Posko tersebut akan melibatkan personel dari berbagai instansi, termasuk kepolisian dan TNI.
Yunus menambagkan, dishub telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi kemacetan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran. Beberapa di antaranya adalah kawasan simpang Artos, jalur Sambung hingga simpang Kebonpolo di sisi utara kota.
Menurut Yunus, kemacetan di kawasan Sambung sering terjadi karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari berbagai arah. "Di Sambung itu seperti bottleneck. Kendaraan dari Wonosobo, Temanggung, dan Semarang bertemu di situ sebelum masuk ke Kota Magelang," jelasnya.
Selain itu, kondisi jalan dua arah dari Secang hingga Kebonpolo juga membuat arus kendaraan lebih mudah tersendat sebelum akhirnya terpecah menjadi jalur yang lebih luas di dalam kota.
Di sisi selatan, potensi kepadatan juga diprediksi terjadi di simpang Artos karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari arah Jogja, Purworejo, Salatiga, hingga kendaraan yang keluar dari jalur tol.
Selain pengaturan arus lalu lintas, dishub juga menaruh perhatian pada pengaturan parkir di kawasan pusat kota, termasuk kawasan Pecinan yang biasanya ramai pengunjung saat libur Lebaran.
Yunus mengatakan, pola parkir di kawasan tersebut masih akan menggunakan sistem parkir satu sisi seperti yang berlaku saat ini. Kendaraan roda empat diparkir dengan posisi miring sejajar di satu sisi jalan untuk memaksimalkan ruang lalu lintas. "Sejauh ini belum ada rencana mengubah sistem parkir di kawasan Pecinan," katanya.
Meski demikian, dishub tetap mengingatkan agar juru parkir tidak memanfaatkan trotoar sebagai lokasi parkir karena trotoar merupakan fasilitas bagi pejalan kaki. "Parkir di trotoar sebenarnya tetap merupakan larangan. Kita harus menjaga hak pejalan kaki," imbuhnya.
Selain pengaturan lalu lintas, dishub juga melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check untuk memastikan keamanan transportasi selama masa mudik Lebaran. Pemeriksaan tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni di pool bus dan di Terminal Tidar.
Ramp check di pool bus mulai dilakukan pada Rabu (11/3), sedangkan pemeriksaan di terminal dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret. "Kegiatan ramp check dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang kendaraan umum," bebernya.
Pemeriksaan meliputi kondisi teknis kendaraan seperti sistem pengereman, lampu, hingga kelengkapan keselamatan lainnya. Selain itu, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi juga dilakukan untuk memastikan mereka dalam kondisi fit saat mengemudi. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita