MUNGKID - Operasi pencarian dua korban yang hilang akibat banjir lahar hujan Merapi di Sungai Senowo memasuki hari ketujuh.
Tim SAR gabungan masih berupaya menyisir area terdampak meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Mulai dari tebalnya material lahar hingga kondisi cuaca yang tidak menentu.
Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto mengutarakan, hingga hari ketujuh pencarian masih terdapat dua korban yang belum ditemukan.
Tim SAR gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian dengan mengerahkan empat alat berat di sepanjang alur sungai yang terdampak.
Arif menjelaskan, sesuai prosedur operasi standar (SOP), operasi pencarian dan pertolongan umumnya dilaksanakan selama tujuh hari.
Namun, meski masa operasi resmi telah berakhir, basarnas tetap akan melakukan pemantauan di lapangan apabila terdapat indikasi baru yang mengarah pada keberadaan korban.
"Jika ada indikasi yang mengarah ke korban, kami siap membuka kembali operasi dan melakukan evakuasi," ujarnya usai rapat lintas sektor di kantor BPBD Kabupaten Magelang, Senin (9/3/2026).
Pada hari terakhir operasi pencarian ini, kata dia, tim SAR gabungan memfokuskan penyisiran di lokasi awal kejadian, yakni titik terakhir kendaraan korban terseret arus lahar hingga kawasan dam 2.
Area pencarian tersebut memiliki panjang sekitar satu kilometer, yang disisir menggunakan alat berat untuk membuka tumpukan material lahar.
Arif menyebut, selama ini proses pencarian di lapangan tidak berjalan mudah.
Ketebalan material lahar yang menimbun area sungai menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Berdasarkan informasi dari para penambang, ketebalan material lahar di lokasi bencana sangat bervariasi, antara dua sampai 10 meter.
Selain itu, kondisi cuaca yang kerap berubah serta luasnya area pencarian juga turut menyulitkan proses penyisiran.
"Kendalanya yang pertama tebalnya material, kemudian juga terkait cuaca yang tidak menentu dan luasnya area pencarian," paparnya.
Selama proses pencarian berlangsung, tim SAR gabungan telah menemukan beberapa barang yang diduga milik korban.
Pada hari kelima operasi pencarian, tim menemukan sebuah baju yang diduga milik korban bernama Maryuni serta sepeda motor jenis Honda Beat yang digunakan korban.
Kemudian pada hari keenam pencarian, tim kembali menemukan sepeda motor jenis Mega Pro yang diduga milik Hasyim di lokasi pencarian. Penemuan itu berada sekitar 300 meter dari titik awal kejadian.
Barang-barang itu menjadi petunjuk bagi tim SAR dalam memperkirakan pergerakan korban yang terseret arus lahar saat kejadian.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto mengatakan, keluarga korban yang belum ditemukan telah menyatakan keikhlasan terkait hasil pencarian.
Dia menyebut, Basarnas sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan keluarga korban untuk menyampaikan perkembangan proses pencarian.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap membuka kemungkinan pencarian lanjutan jika nantinya ditemukan petunjuk baru di lapangan.
"Untuk dua korban yang belum ditemukan, tadi informasi dari Basarnas, keluarga menyatakan keikhlasan," bebernya. (aya)
Editor : Iwa Ikhwanudin