Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Imlek dan Ramadan PSMTI Magelang Gelar Sunatan Massal hingga Target 100 Unit Bedah Rumah

Naila Nihayah • Jumat, 6 Februari 2026 | 05:05 WIB
PSMTI Kota Magelang menggelar sunatan massal gratis bagi anak-anak di wilayahnya, Kamis (5/2).
PSMTI Kota Magelang menggelar sunatan massal gratis bagi anak-anak di wilayahnya, Kamis (5/2).

 

 

 

MAGELANG - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang menghelat sunatan massal gratis. Kegiatan itu diselenggarakan untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek dan menjelang Ramadan. Sedikitnya ada 20 anak di Kota Magelang yang menjadi penerima manfaat dari kegiatan tersebut.

Sunatan massal ini tidak hanya menjadi agenda sosial tahunan, tetapi juga cerminan peran komunitas lintas etnis dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Ketua PSMTI Kota Magelang Slamet Santoso menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat tanpa melihat latar belakang suku, agama, maupun status sosial.

"Kami ingin memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan warga, terutama keluarga yang mungkin terkendala biaya," kata Slamet di Pendopo Pengabdian, Kamis (5/2).

Menurutnya, momentum Imlek dan Ramadan dipilih karena keduanya sama-sama mengandung nilai kepedulian dan berbagi. Dalam waktu dekat, PSMTI juga berencana menggelar makan siang gratis bagi kaum duafa sebagai kelanjutan rangkaian kegiatan sosial.

"Kota Magelang selama ini dikenal harmonis, dan kegiatan sosial lintas komunitas seperti ini adalah bagian dari upaya menjaga harmoni itu," ujarnya.

Slamet menambahkan, kiprah sosial PSMTI tidak berhenti pada kegiatan kesehatan. Hingga awal 2026, PSMTI Kota Magelang telah terlibat dalam program bedah rumah sebanyak 97 unit rumah tidak layak huni. Angka itu ditargetkan bertambah menjadi 100 unit pada Maret mendatang.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai, peran PSMTI melampaui sekadar organisasi paguyuban. Menurut dia,  kontribusi nyata di sektor sosial justru menjadi kekuatan utama komunitas ini.

Baca Juga: Efek Domino di Simpang Tape Ketan Muntilan, Tabrakan Beruntun Tiga Truk gegara Sopir Mengantuk

"Bagi sebagian keluarga, khitan bukan hanya persoalan tradisi, tapi juga biaya. Di situ PSMTI hadir," paparnya.

Dia berharap, langkah yang dilakukan PSMTI dapat menjadi pemantik bagi kelompok masyarakat dan pelaku usaha lain di Kota Magelang untuk terlibat lebih aktif dalam kegiatan sosial yang berkelanjutan.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika komunitas bergerak, dampaknya jauh lebih luas," imbuhnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#psmti #Magelang #dAMAR PRASETYONO #bedah rumah #paguyuban sosial marga tionghoa indonesia #Imlek #ramadan