Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dulu Penjual Durian di Pinggir Jalan Kaligesing Purworejo Banyak dan Ramai, Kini Sepi

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 11 Januari 2026 | 20:02 WIB

 

POTENSI LOKAL: Bejo Purnomo, 52, petani durian Purworejo menunjukkan durian lokal kualitas super khas Kaligesing.
POTENSI LOKAL: Bejo Purnomo, 52, petani durian Purworejo menunjukkan durian lokal kualitas super khas Kaligesing.

PURWOREJO - Hasil panen durian di Kecamatan Kaligesing, Purwoejo tahun ini dipastikan turun drastis. Kondisi ini akibat terjadinya perubahan cuaca ekstrem sehingga durian lokal tidak berbuah optimal.

Petani durian Bejo Purnomo, 52, mengatakan, hasil panen durian yang kurang optimal sudah dapat diprediksi jauh hari oleh para petani. Dia mengamati, sejak pertengahan tahun lalu, pola perubahan cuaca ekstrem membuat banyak bunga durian rontok sebelum berkembang menjadi buah.

"Bunga durian keluar Juli sampai Agustus. Habis itu kan hujan terus, itu sangat pengaruh," katanya kepada Radar Jogja Minggu (11/1).

Dia mengungkapkan, perubahan cuaca yang tak stabil membawa pengaruh besar pada pembuahan durian. Tak sedikit petani harap-harap cemas melihat kondisi tersebut.

"Sudah diprediksi hasil panen turun. Tetap ada durian, tapi tidak banyak," sambung petani asal Desa Kedungrejo itu.

Bejo menyatakan, penurunan hasil panen tahun ini dirasakan hampir merata. Yakni di seluruh desa sentra penghasil durian di Kecamatan Kaligesing.

Jumlah produksi yang terbatas ini membuat pasokan durian khas Kaligesing di pasaran menjadi lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Bisa lihat, pinggir jalan biasanya ramai yang jualan. Sekarang sepi," katanya.

Meski demikian, kualitas rasa durian Kaligesing dinilai tetap terjaga. Menurutnya, selain produksi berkurang, ukuran durian yang dihasilkan panenan tahun ini juga relatif lebih kecil.

Kondisi tersebut, kata Bejo, otomatis berdampak langsung pada pendapatan petani yang selama ini mengandalkan musim panen durian sebagai sumber penghasilan utama.

"Tahun kemarin lumayan, bisa panen 500 buah lebih. Sekarang paling 250 biji. Malah tidak sampai," bebernya.

Salah seorang penjual durian di pinggir Jalan Raya Kaligesing Tri Wahyuni, 44, mengatakan, jumlah pasokan durian tahun ini tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat.

Ia mengungkapkan, sepinya hasil panen saat ini berdampak pada tingginya harga durian khas Kaligesing. "Ya, ikut mahal. Barangnya langka. Dulu paling Rp 25 ribu-Rp 80 ribu, sekarang bisa lebih," ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtan) Purworejo Bagas Adi Karyanto tak menampik hasil panen durian lokal Kaligesing berkurang dari tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini dipicu karena musim penghujan jauh lebih mendominasi sehingga durian tidak berbuah optimal. "Anomali cuaca yang sulit diprediksi, mengakibatkan durian tidak sebanyak tahun kemarin," ucapnya.

Bagas menegaskan, pemerintah daerah sejauh ini terus melakukan pendampingan kepada para petani, termasuk memberikan edukasi terkait adaptasi pertanian terhadap perubahan iklim.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan durian Kaligesing sebagai salah satu ikon holtikultura Kabupaten Purworejo.

Dia menerangkan, penurunan hasil panen durian tentu menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan sektor pertanian menghadapi dampak perubahan iklim.

"Pengamatan kami dan diskusi dengan petani. Itu pasti ada fluktuasi. Panen raya biasanya setiap empat tahun sekali," ujarnya. (fid/laz)

Editor : Herpri Kartun
#durian #durian Kaligesing #Anomali Cuaca #Gagal Panen #panen durian