KEBUMEN - Sebanyak 570 personel keamaan telah dikerahkan untuk menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Masing-masing personel dari TNI maupun Polri saat ini mulai ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk di area tempat ibadah.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri mengatakan, 570 personel yang terlibat terdiri dari 375 personel Polres Kebumen dan 195 personel dari Kodim 0709/Kebumen.
Selain itu tim pengamanan juga diperkuat personel dari instansi lain, seperti Satpol PP, Disperkimhun hingga BPBD Kebumen.
"Polres Kebumen telah memetakan potensi gangguan serta kerawanan bencana," ucapnya saat apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2025, Jumat (19/12).
Disebutkan, operasi pengamanan nataru tersebut dilaksanakan serentak selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Secara nasonal operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan dengan dukungan 2.903 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai objek vital serta lokasi perayaan Nataru.
Selama operasi personel yang dikerahkan tidak hanya fokus pada pengamanan ibadah dan arus mobilitas masyarakat, tetapi juga mengantisipasi potensi bencana alam.
Hal tersebut dilakukan dengan melihat potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlanjut hingga awal tahun. "Tujuan utama operasi ini memberikan rasa aman, nyaman dan menjamin kelancaran seluruh aktivitas masyarakat," jelas AKBP Eka Baasith.
Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menambahkan, personel keamananan dari unsur TNI dan Polri mulai aktif bertugas sesuai penempatan masing-masing. Seperti halnya di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Desa Tunjungseto, Kecamatan Kutowinangun.
Pengamanan tersebut dilakukan guna menjamin kebebasan beribadah serta menjaga situasi di lokasi tempat ibadah tetap kondusif. "Situasi terpantau aman dan kondusif. Ibadah berjalan lancar tanpa gangguan," kata Kompol Faris, Minggu (21/12).
Pengamanan dilaksanakan personel gabungan selama prosesi ibadah berlangsung. Sebelum ibadah dimulai, petugas terlebih dulu melakukan sterilisasi lokasi. Perlakuan ini untuk memastikan tidak ada benda maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo