Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hilang Lima Hari, Nelayan asal Kebumen Ditemukan Terlilit Jaring di Perairan Kulon Progo

Muhammad Hafied • Senin, 1 Desember 2025 | 06:45 WIB
EVAKUASI: Warga bergotong-royong mengevakuasi perahu nelayan asal Kecamatan Ayah yang terbalik setelah dihantam ombak perairan Desa Tanggulangin, Kecamata Klirong.
EVAKUASI: Warga bergotong-royong mengevakuasi perahu nelayan asal Kecamatan Ayah yang terbalik setelah dihantam ombak perairan Desa Tanggulangin, Kecamata Klirong.

KEBUMEN - Proses pencarian Sairin, 50, nelayan yang hilang saat melaut akhirnya berakhir. Nelayan asal Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah ini berhasil ditemukan di perairan Pantai Mlarangan Asri, Kulon Progo, DIY Jumat (28/11).

Korban ditemukan sekitar pukul 04.10 dalam kondisi tak bernyawa setelah lima hari menjadi objek pencarian. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang di perairan selatan Kebumen pada Senin (24/11). "Korban ditemukan terlilit jaring ikan," kata Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman.

Setelah berhasil ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Wates sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah duka. Berdasarkan hasil keterangan keluarga, korban dipastikan benar sosok yang selama ini dicari setelah mengalami kecelakaan laut. "Pemeriksaan awal tim inafis Polres Kulon Progo dan tim medis tidak menemukan tanda kekerasan," jelas Faris.

Insiden kecelakaan laut tersebut bermula ketika korban bersama seorang rekan pada Senin (24/11) pagi berangkat melaut mengenakan perahu Sinar Rembulan. Tepat di perairan Desa Tanggulangin, perahu tersebut terbalik setelah dihantam ombak setinggi sekitar empat meter.

Dalam peristiwa ini rekan korban berhasil selamat. Sedangkan korban hilang tersapu ombak. Seketika itu tim SAR gabungan langsung mencari keberadaan korban.

Adapun perahu yang digunakan melaut saat ini sudah dievakuasi ke darat. "Ombak tinggi yang datang tiba-tiba membuat perahu tidak bisa dikendalikan," ujarnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian otomatis dihentikan. Polres Kebumen mengimbau kepada para nelayan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi laut selatan tidak stabil. Selain itu nelayan juga diimbau memperhatikan perangkat keselamatan. "Keselamatan harus menjadi prioritas utama," pesannya. (fid/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Desa Karangduwur #Kulon Progo #kecelakaan laut #Kecamatan Ayah #Nelayan #Pantai Mlarangan #RSUD Wates #ombak #Polres Kebumen #Pantai Mlarangan Asri #pencarian