MUNGKID - Tiga warga di Rayyan Residence, Bondowoso, Mertoyudan menjadi korban penganiayaan orang tidak dikenal pada Minggu (23/3). Sebetulnya mereka hendak melerai perseteruan yang terjadi di kompleks perumahan. Polisi pun telah menangkap tiga terduga pelaku yang menjadi dalang peristiwa ini.
Video soal perseteruan di kompleks Rayyan Residence pun viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di dekat pos penjagaan perumahan sekitar pukul 15.30. Dari video tersebut, nampak seorang yang membawa senjata tajam menyerang beberapa orang di lokasi.
Ketua RT Rayyan Residence Jarwoko mengaku tidak mengetahui persis kronologi kejadian penganiayaan tersebut. Sebelumnya, dia mendapat telepon dari warga bahwa ada seseorang yang mencurigakan di kompleks Rayyan Residence.
"(Terduga pelaku) sedang mencari kunci (motor) yang hilang. Tapi, kurang paham juga hilangnya kapan, kejadiannya di mana, kami tidak tahu persis," ujarnya saat ditemui Senin (24/3).
Kemudian terjadi perseteruan antara terduga pelaku dengan warga perumahan. Satpam bernama Budiyono, 54 menghubungi dua anggota TNI bernama Khoiri, 38 dan Ramadan, 25 yang tinggal di kompleks perumahan itu untuk melerainya.
Namun, mereka justru diserang oleh terduga pelaku dengan sajam. Alhasil, dua anggota TNI dan satpam mengalami luka-luka. Warga pun segera membawanya ke RSUD Merah Putih. "Kedua korban itu sebenarnya ingin melerai apa sih, permasalahannya dan menanyakan ada apa sebenarnya," katanya.
Satpam Rayyan Residence Budiyono mengutarakan, semula ia hendak mengambil sampah di perumahan. Namun saat dalam perjalanan, dia melihat banyak bendera yang berserakan di tanah. Karena penasaran, dia pun menuju lokasi untuk memastikan bendera itu.
"Saya penasaran, terus ke sana. Tapi di bawah ada suami istri nyegat saya bawa parang. Tanya sama saya, apakah lihat yang nyopot kontak (kunci sepeda motor). Saya bilang nggak tahu," terangnya.
Hanya saja, kata dia, pasangan suami-istri (pasutri) itu tidak terima. Keduanya disebut hendak mencari orang yang mencopot kunci motornya. Lalu, setelah membuang sampah, dia menghubungi ketua RT setempat. Dia memberi informasi jika bendera-bendera perumahan berhamburan.
Selain itu, dia juga memberitahu bahwa ada pasutri pencari jamur yang menanyakan kunci sepeda motornya hilang. Saat itu, dia tengah menunggu di pos pengamanan.
"Sama Pak RT (informasinya) di-share grup (WhatsApp). Ternyata warga Rayyan datang empat orang. Yang kehilangan kunci memanggil teman-temannya dan berdamai," ujarnya.
Dia menyebut, teman-teman pasutri itu datang kurang lebih ada 15 orang. Hingga akhirnya terjadi perseteruan. Budiyono pun menghubungi dua warga perumahan yang merupakan anggota TNI untuk melerainya. Namun, upaya itu justru berakhir penganiayaan.
Terduga pelaku menganiaya dirinya dan dua anggota TNI itu dengan sajam jenis parang. Akibatnya, ada tiga orang yang terluka. "Saya (kena) bacokan kepala sama pundak. Terus Pak Khoiri (luka) telinga dan Pak Ramadan. Saya dibacok terus lari, saya nggak tahan sama darahnya (mengucur di kepala)," akunya.
Lantas, dia melompat untuk melewati tembok perumahan setinggi 2,5 meter. Budiyono pun dilarikan ke RSUD Merah Putih. Dia mendapat jahitan di kepala. Selain itu, dia juga terluka di tangan kanan dan pundak.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar menyebut, ada tiga terduga pelaku penganiayaan yang telah ditangkap Senin (24/3). "Terduga pelaku berhasil kami amankan Subuh tadi dan diproses sesuai prosedur yang berlaku. (Motif) masih kami dalami," ujarnya.
Saat ditanya soal motif penganiayaan, dia belum mengetahui secara pasti. Sebab saat ini ketiganya sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas kepolisian. Detailnya, kata dia, akan disampaikan setelah tahap pemeriksaan selesai.
Dia mengatakan, ada tiga orang yang menjadi korban penganiyaan tersebut. Dua di antaranya merupakan anggota TNI yang bertugas di Akademi Militer (Akmil) dan satu lainnya merupakan satpam perumahan itu.
Saat itu mereka dimintai bantuan untuk melerai keributan di kompleks perumahan. Hanya saja, terduga pelaku justru menyerang mereka dengan sajam yang dibawa terduga pelaku. Lantas ketiganya melarikan diri dan korban dibawa ke RSUD Merah Putih. (aya/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita