MAGELANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang saat ini sudah memiliki dua mesin pemilah sampah berkapasitas sekitar satu ton. Dua mesin itu dinilai belum cukup untuk memilah sampah, terutama di TPSA Banyuurip. Harapannya, rencana pengadaan mesin pemilah dan pengolah sampah dapat terealisasi tahun ini.
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menuturkan, pentingnya disiplin masyarakat dalam mengelola sampah dan menerapkan pola hidup bersih. Dia ingin masyarakat Kota Magelang menjadi contoh baik dalam hal kedisiplinan masalah sampah.
"Masalah sampah itu masalah habit. Yang ingin saya tekankan adalah pola disiplin masyarakat. (Kedisiplinan itu) saat ini belum tercapai," kata Aziz, Rabu (19/6).
Baca Juga: Juara Bertahan Bank bjb Tandamata Menang di Akhir Babak Reguler, tetapi Belum Pasti Final Four
Kepala DLH Kota Magelang M Yunus menyebut, sudah memiliki mesin pemilah dan pengolah sampah di TPS3R. Tapi, kapasitasnya hanya mampu mengolah kurang lebih 1 ton sampah per hari. "Kalau rencana pengadaan mesin baru, mungkin bisa mengolah 15 ton sampah dalam satu hari," katanya.
Dengan adanya mesin tersebut, praktis dapat meminimalisasi gunungan sampah yang masuk ke TPSA Banyuurip. Selain itu, sampah yang sudah diolah tersebut dapat dimanfaatkan. (aya)