RADAR JOGJA - Target kunjungan wisatawan di Candi Borobudur selama masa ramai Lebaran 2024, meleset. Sebelumnya, pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Unit Borobudur menargetkan ada 97.400 wisatawan dalam waktu 10 hari. Tapi, pada 8-16 April, jumlah kunjungannya sekitar 68.900 wisatawan.
General Manager TWC Unit Borobudur Jamaludin Mawardi tidak menampik, Lebaran tahun ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur masih di bawah target. "Padahal kami berharap ada kenaikan 5-6 persen dari realisasi Lebaran tahun lalu," ungkapnya, Rabu (17/4).
Pada momentum masa ramai Lebaran tahun lalu, sedikitnya ada 91.525 wisatawan yang berkunjung ke candi. Sementara tahun ini, tren kunjungan nampaknya kurang menggairahkan.
Selain itu, lanjut dia, isu adanya pembatasan kunjungan ke Candi Borobudur masih saja mengemuka. Sulit dihilangkan dari persepsi masyarakat. "Sehingga mereka datang, tapi karena tidak mendapatkan kesempatan, akhirnya mereka membatalkan," imbuhnya.
Tidak hanya itu, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Magelang yang tidak menentu, turut memengaruhi jumlah kunjungan. Wisatawan praktis akan merasa terganggu dan memilih untuk mengubah jadwal berkunjungnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Mulyanto menuturkan, tren kunjungan wisata memang cenderung menurun dibanding tahun lalu. Hingga Rabu (17/4), disparpora mencatat ada sekitar 120 ribu wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Magelang. Jumlah itu menurun sekitar 40 ribu wisatawan pada tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil kajian, salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kunjungan adalah cuaca. (aya/pra)