RADAR JOGJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen menerima alokasi anggaran infrastruktur dari pemerintah pusat senilai Rp 271 miliar. Bantuan tersebut dikucurkan melalui program instruksi presiden (Inpres) guna percepatan konektivitas jalan daerah.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan, pemkab sebelumnya telah mengusulkan langsung bantuan anggaran infrastruktur kepada Presiden Joko Widodo. Tepatnya ketika presiden melaksanakan kunjungan kerja di Kebumen. "Sekarang sedang dikerjakan. Ini harapan kita semua. Alhamdulillah dapat melalui Inpres," ucapnya, Senin (2/10).
Arif bersyukur, presiden telah memberikan perhatian lebih untuk Kebumen. Dia mengaku, pemerintah daerah memang cukup kesulitan menangani sektor infrastruktur karena keterbatasan anggaran. "Dari pusat ternyata diakomodir," jelasnya.
Arif menyebut, peningkatan infrastruktur dari program Inpres menyasar sejumlah ruas jalan. Salah satunya Jalan Karangbolong-Ayah. Dia mengungkap, jalan penghubung lintas kecamatan tersebut masuk jalan non status, sehingga penanganan selama ini lambat. Padahal, Jalan Karangbolong-Ayah merupakan akses utama menuju berbagai titik destinasi wisata di pesisir selatan Kebumen. "Belum berstatus. Bukan jalan kabupaten. Seperti Jalan Daendles itu nonstatus," ungkapnya.
Dia juga meminta agar masyarakat turut mengawasi pembangunan jalan di Kebumen. Arif tak ingin infrastruktur di Kebumen dikerjakan asal-asalan. "Silahkan masyarakat ikut mengawasi. Jangan sampai hasil pekerjaan kurang memuaskan, masyarakat juga yang dirugikan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Joni Hernawan merinci, bantuan anggaran dari pemerintah pusat terbagi untuk tiga ruas jalan. Meliputi, ruas Jalan Karangbolong-Ayah senilai Rp 120 miliar. Kemudian, Jalan Tegalretno-Pandankuning dengan total anggaran Rp 26,5 miliar. Terakhir, Ruas Jalan Mirit-Tambakmulyo senilai Rp 125 miliar. "Pembangunan ditargetkan selesai tahun ini," tuturnya. (fid/pra)