RADAR JOGJA - Hiu paus atau tutul kembali terdampar di wilayah pantai selatan Purworejo. Kali ini di Pantai Dewaruci Jatimalang, Purwodadi karena terjerat jaring nelayan Selasa (12/9/23).
Kapolsek Purwodadi AKP Ponijo membenarkan, jika hiu yang diperkirakan memiliki panjang enam meter dan berat satu ton itu terjerat jaring gilet milenium milik nelayan. "Saat mau diambil ternyata hiu," katanya Selasa (12/9/23).
Setelah mengetahui bahwa yang terjebak adalah hiu, sang nelayan yaitu Suwarjio, 53, dan Maryadi, 40, meminta bantuan nelayan lain untuk menariknya ke tepi. "Mereka mencoba melepas jaring tapi hiu sudah lemas dan ombak sangat besar," ungkapnya.
Namun, upaya itu gagal dan hiu pun mati. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo segera mengevakuasi bangkai hiu dengan cara dikubur di sekitar pantai dengan dibantu komunitas offroad.
Sebelum kejadian di Pantai Dewaruci Jatimalang, kasus hiu terdampar sudah terjadi terlebih dulu di Pantai Munggangsari, Grabag pada Rabu (16/8) dan pantai di Desa Pagak, Ngombol pada Kamis (7/9/23).
Kabid Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Purworejo Suyud Jatmiko menjelaskan, belum diketahui secara pasti penyebab seringnya hiu tutul terdampar di pantai wilayah Purworejo. Dia juga menyebut perlu kajian ilmiah lebih lanjut.
Namun secara umum, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hiu terdampar. Di antaranya, ada perubahan suhu atau salinitas (tingkat keasinan) air laut secara frontal atau fluktuatif tinggi. Sehingga hiu akan bermigrasi mencari lingkungan nyaman untuk tinggal dan hidup sesuai kebutuhan hidupnya. "Yaitu, di suhu berkisar 28-30 derajat celcius dan salinitas berada pada kisaran 28-33 promil," sebutnya.
Setelah itu, adanya perubahan pada zona feeding ground. Baik perubahan pada sisi jumlah atau pergerakan makanannya, sehingga hiu otomatis akan menyesuaikan. "Misalnya tadinya makan di zona satu, ternyata di zona satu dari sisi jumlah berkurang tentu akan mencari yang lebih banyak dan juga mencari arah makan alaminya itu," tambah Suyud.
Penyebab lain yaitu gangguan pada saat migrasi, di tengah perjalanan mengalami gangguan salah satunya permasalahan pada sistem navigasi hiu. Yaitu, terjadi karena aktivitas dari kapal selam atau kapal pencari ikan yang memancarkan gelombang atau sonar.
"Sonar ini akan berpengaruh pada organ yang menjadi sistem navigasi ikan yang bisa menyebabkan hiu kehilangan arah seperti terlalu ke perairan yang dangkal sehingga dia tidak bisa kembali laut," jelas dia.
Hal lain juga bisa berkaitan dengan sistem dalam tubuhnya. Seperti, bermasalah pada sistem pencernaan hingga pernapasan. (han/eno)
Editor : Satria Pradika