Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Sesorah Basa Jawa bagi Pejabat Pemkab Purworejo

Jihan Aron Vahera • Rabu, 16 Agustus 2023 | 20:15 WIB

 

CINTAI BUDAYA: Kegiatan sesorah basa Jawa para pejabat di lingkungan Pemkab Purworejo Selasa (15/8/23) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa (15/8/23).
CINTAI BUDAYA: Kegiatan sesorah basa Jawa para pejabat di lingkungan Pemkab Purworejo Selasa (15/8/23) di Ruang Arahiwang Setda Purworejo, Selasa (15/8/23).

RADAR JOGJA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Purworejo gelar lomba sesorah atau pidato Berbahasa Jawa untuk peringati HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Selasa (15/8/23). Lomba ini ditujukan untuk para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo.

Mereka berasal dari unsur kepala organisasi perangkat daerah (OPD), staff ahli, para kepala bagian dan asisten Setda Purworejo, hingga para camat.  Mereka mengenakan pakaian adat Jawa. Saat berpidato, sejumlah pejabat ada yang fasih dan ada pula yang membawa text. 

Dewan juri yang menilai yaitu Dosen Prodi Pendidikan dan Sastra Jawa UMP Eko Santoso dan Zuly Kurniawati, serta Ketua Pangarsa Mudha Permadani Kabupaten Purworejo Supono. Dengan kriteria penilaian isi penekanan pesan, ekspresi dan penampilan, penguasaan bahasa dan sastra Jawa serta artikulasi. 

Pesertanya ada 55 peserta. Setiap peserta diberi kesempatan untuk memilih satu dari tiga tema yaitu tresno dumatheng bumi pertiwi Indonesia (cinta pada Tanah Air Indonesia), gemah ripah loh jinawi Indonesia (kekayaan alam Indonesia), dan tepo seliro lan gotong royong (saling menghargai dan gotong royong).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan kebudayaan Jawa. “Selain itu, meningkatkan kualitas SDM dan menerapkan ilmu yang didapatkan guna mewujudkan transformasi berdasarkan inklusi social,’’ kata Supono.

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyebutkan, saat ini kebudayaan Jawa semakin ditinggalkan karena pesatnya perkembangan teknologinya. Bahkan, saat bersosialisasi pun banyak masyarakat yang tidak bisa berbahasa Jawa termasuk para pejabat pemerintah.

Kenyataan itu tentu menjadi keprihatinan tersendiri karena budaya Jawa sangat adiluhung. Dalam bahasa Jawa, diajarkan tentang unggah-ungguh yang tidak semua bahasa memiliki.

"Untuk itu, saya mengajak masyarakat agar tidak meninggalkan kebudayaan jawa terlebih bahasa Jawa. Bahasa Jawa harus dilestarikan agar tetap bisa diwariskan ke generasi muda," ajak Yuli. (han/din) 

Editor : Satria Pradika
#organisasi perangkat daerah #kemerdekaan ri #Sesorah Basa Jawa #Purworejo